فَسْئَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَتَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang
yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”( QS. An Nahl :43)
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا
“Tidak
termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan yang lebih tua dan
menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti (hak) orang yang berilmu
(agar diutamakan pandangannya).” (Riwayat Ahmad)
Tidak terasa waktu telah berjalan
selama enam bulan. Sabtu tanggal 09 Juni 2018 adalah hari pembagian raport.
Yang artinya lepas sudah tanggung jawab saya dalam membimbing tiga belas anak
kelas 4C (Kelas Abu Wafa). Dan selama itu pula saya beradabtasi pola belajar di
sekolah Mutiara Rahmah. Mengukur kemampuan saya dalam mentransfer ilmu kepada
peserta didik. Memanajemen emosi. Manajemen kelas agar tetap menyenangkan
setiap jam pelajaran. Dan tentu saja mempelajari karakter peserta didik saya
satu-satu.
Dalam hal ini, selama kegiatan
belajar berlangsung, saya jarang sekali mendominasi peserta didik dalam di
dalam kelas. Kebanyakan saya lebih mengamati dan memberikan sedikit teori. Khususnya terkait
tentang ilmu keislaman. Semisal membaca Qur’an secara tartil, bacaan- bacaan
dzikir. Jujur saja saya lebih bnyak belajar dari mereka lewat pembiasaan.
Suatu saat ketika saya baru masuk
dalam kelas 4C (Abu Wafa). Kelas dengan ukuran lima kali dua meter, kurang
lebih. Serta tempelan-tempelan gambar berwarna-warni tentang aturan kelas,
kata-kata motivasi, vocabulary,
rumus-rumus matematika dan banyak lagi. Akhirnya beberapa gambar saya lepas.
Katanya akan menambah konsentrasi siswa di depan kelas jika gambar-gambar di
samping kanan-kiri siswa dihilangkan (dalam buku Mengajar seperti di Finladia).
Dengan kursi berjumlah tiga belas. Dan meja kayu dengan jumlah enam potong
dengan ukuran memanjang. Serta satu meja kayu pendek khusus untuk satu orang. Yang
disusun berbaris ke belakang. Sederhana. Dan saya pribadi cukup penasaran,
kenapa sekolah ini begitu jadi buah bibir para orang tua atau para kelompok
dakwah untuk ingi menyekolahkan anaknya di sini atau hanya sekedar sebagai
tenaga pengajar. Dan saya sendiri tujuannya adalah untuk belajar banyak hal
terkait islam dan ingin menanamkan investasi akhirat walaupun ilmu yang saya
dapatkan sangat sedikit.
Hari pertama saya mengajar. Januari
2018. Saya duduk di depan kelas yang masih kosong. Tentu saja sudah saya
bersihkan di hari sebelumnya. Sebelum siswa masuk di hari aktiv belajar. Dan hari itu saya sudah siap
untuk menghadapi wajah-wajah baru. Menurut saya mudah. Karena hanya menghadapi
anak kecil dan memberikan beberapa materi yang menarik, and done.
Pembiasaan pertama yang saya
lakukan adalah:
1.
Menyambut dan memberi salam
2.
Shalat dhuha berjama’ah
3.
Membaca doa Dhuha kemudian di lanjutkan dzikir dan do’a
belajar
4.
Muroja’ah surah-surah pendek
5.
Memberikan Semangat dan motivasi belajar.
Jujur saja dari beberapa
pembelajaran tersebut, masih banyak yang belum saya ketahui ilmunya. Misalnya
pada saat muroja’ah. Mereka sudah menghapal surah Abasa, An Nazi’at, An Naba’.
Sedang saya baru saja menyelesaikan surah Al Qadar. Tentu saja itu jadi PR
besar buat saya untuk banyak belajar. Dan beberapa bacaan-bacaan dzikir yang
belum saya hapal secara utuh.
Ini salah satu pengalaman menarik ketika
saya sedang memberikan pesan-pesan dan motivasi kepada siswa saya.
“Anak-anak, ustadazah ingin
berpesan. Ustadzah orangnya pelupa. Dan mohon jangan marah kalau ustadzah akan
sealu menanyakan nama kalian pada pekan-pekan pertama ustadzah mengajar ini.
Mohon kerja samanya ya.” Pesanku pada mereka.
“baik ustadzah.” Jawab mereka
bersamaan.
Jam pertamapun dimulai. Hari itu
kami belajar Bahasa Indonesia. Temanya tentang Lingkungan. Dan masuk pada
pembahasan terkait pengumuman. Setelah memberikan sedikit penjelasan letak
penulisan surat pengumuman, sayapun memberi tugas untuk memperhatikan letak
tulisan yang ada di buku. Sementara saya membuat contoh surat di papan tulis.
Dengan mengosong kalimat di beberapa bagian surat. Agar menjadi menjadi soal
latihan.
Sementara itu, semua siswa masih
dalam keadaan tenang. Semua sibuk memperhatikan dan ikut menulis seperti apa
yag saya tulis di white board.
Kemdian ada salah satu siswa yang masih sibuk menggambar. Hari itu saya belum
terlalu hapal namanya. Hari pertama mengajar, saya tidak ingin banyak menegur.
Dan masih memberikan kompromi. Mungkin karena ia tidak begitu metode belajar
ceramah. Maka ia sibuk dengan dunianya sendiri. Pikir saya.
Setelah pekerjaan semua siswa
selesai, saya meminta mereka untuk maju, dan melengkapi beberapa bagian kalimat
yang kosong di papan tulis. Dan anak tersebut masih sibuk dengan gambarnya. Dan
saya masih belum menegur. Hingga bebera saat saya tidak sabar. Dan akhirnya
saya menanyakan. ” Maaf, kamu namanya siapa nak?” tanyaku. “Dida Ustadzah”
jawabnya spontan. “sudah selesai tugasnya?” tanyaku lagi. “belum ustadzah.”
Jawabnya pelan. “oke. Kalau begitu kerjakan di rumah ya”. Jelas saya. Diapun
diam. Ada rasa jengkel. Sedikit. Tapi saya harus cari metode belajar agar anak
ini bisa fokus belajar.
Singkat cerita, Jam pulangpun tiba.
Setelah membaca do’a naik kendaraan dan kafaratul
majelis, semua siswa salaman dan
pamit untuk pulang. Tiba-tiba Dida, si anak yang kerjanya dari tadi hanya
menggambar pada jam mengajar saya memberikan sesuatu. “Maaf, ustadzah. Ini buat
ustadah” jelasnya. “Waaa..iya ya. Jazakillah Dida.” Kemudian ia salaman dan
pamit pulang.
Sebuah kertas dilipat rapi yang
kemudian saya buka. Cukup terhenyak ketika membuka isi apa. Disana ada gambar
struktur kelas. Detil dengan gambar kursi dan meja. Serta gambar kepala-kepala
siswa dan ditulisi nama-nama siswa yang ditulis di bawah gambar kursi. Tetlihat
di ambil dari angel atas. Ada kursi
satu yang kosong di pojok sebelah kanan Namanya Dida. Setelah saya perhatiakn
baik-baik, ternyata Dida tergambar di depan kelas bersama saya berdiri disana.
“MasyaAllah, ternyata anak ini
menggambar agar saya lebih mudah mengenal serta mengingat nama-nama siswa yang
ada di dalam kelas tersebut.” Saya membatin. Dan saya menyesal telah menilai
dengan pikiran yang negatif dan sempat merasa jengkel.
******
Adapun beberapa percakapan yang sempat
saya ingat terkait kedisiplinan dan ketelitian pada saat saya bekerja. Biasa
lewat celetuk-celetukan mereka itu saya banyak melakukan perubahan. Tentu saja
kearah yang lebih baik.
“Ustadzah, kalau memberi nilai itu
hati-hati. Jangan bnyak bekas tipe x
nya. Kan jorok diliat. Guru itu harus teliti” Celetuk Aisyah Farzanah.
*********
“Ustadzah, koq panjang pendek dan mahroj
bacaannya gag di perbaiki waktu teman-teman muro’jaah?” tanya Aisyah
Farzanah.
“waaa..iya yah. Astagfirullah.
Nanti ustadzah lebih teliti lagi”
Jawabku. Padahal hari itu saya memang lagi proses belajar. V.V
*********
Suatu saat, ketika saya mengerjakan
latihan soal-soal ulangan Pendidikan Agama Islam.
“Baik soal nomor selanjutnya. Surah
As-Saff, termasuk surah...” kata saya membacakan soal.
“Makiyaaaaah” Jawab siswa di dalam
kelas. Kecuali satu orang. Diam
“Madaniyah, Ustadzah” Seketika pula
Aisyah menjawab.
“eeem begitu ya” Sayapun mengecek
lembar jawaban yang telah diberikan dari
ustadz yang harusnya mengajar materi PAI. Dan di sana tertulis, Makiyah.
“Baik kalau begitu, coba dicek
masing-masing Al Qur’annya!” Perintah saya pada siswa. Kemudian, mereka
langsung sibuk membuka surah yang sudah saya intruksikan.
“Madaniyah, Ustadzah” Kata Nur
Aliyah setelah melihat lembar Al Qur’an yang ia pegang.
“Tuu kan Ustadzah. Kalau saya
bilang itu, ya itu. Ini ya Ini. Karena insyaAllah jawabannya pasti benar“ Jelas
Aisyah Farzanah, puas dengan jawaban yang telah ia berikan.
“Hebat. Aisyah Farzanah. Terima kasih
ya sudah mengingatkan.” Jawabku bangga. Teman-teman yang lainpun sontak
langsung tepuk tangan.
*****
Nah pada paragraf ini. Saya akan
menceritakan karakter-karakter anak dalam kelas kecil yang saya pegang beberapa
bulan ini.
1.
AFIFAH SALSABILAH NURKHALISAH
Karakternya,
suka menceritakan berbagai hal yang telah ia capai dalam sehari. Ceria. Agak malas ketika diberi intruksi dalam proses
belajar. Namun suka sekali menghapal pelajaran.
2.
AISYAH FARZANAH
Karakternya,
teliti. Pengingat yang baik. Tegas. Cerdas. Suka membaca. Idealis. Suka memberi
masukan arahan pada teman-temannya bahkan pada guru sekalipun. Jangan
sekali-kali menunjukkan pelanggaran didepan anak ini. Nanti kalian akan dicap
sebagai pelanggar aturan. Dan akan mengurangi kepercayaannya jika anda adalah partner kerjanya. Jika kalian tidak
menjelaskan secara rasional alasan kenapa kalian melanggar aturan tersebut.
Namun sayang ia tidak suka ditunjuk sebagai pemimpin.
3.
AULIA VERDA
Karakternya.
Suka berimajinasi. Suka berbagi cerita terkait pengalaman atau hal-yang ia
anggap menarik. Suka sekali menggambar. Memiliki rasa peduli yang tinggi. Namun
agak malas jika diberi intruksi pada saat proses belajar. Suka lupa. Dan kurang
teliti.
4.
BALQEES UMMI AMEERA
Karakternya.
Penyayang. Giat Belajar. Pintar. Suka membaca. Dan tidak suka jika seseorang
masuk dalam ranah privasi tanpa seizinnya. Hal itu akan menyebabkan kurangnya
kepercayaan terhadap partner belajar.
5.
BELINDA SYAHPUTRI SYAM
Karakternya,
riang. sangat sekali bercerita tentang hasil imajinasnya. Berkespresi. Menarik.
Lucu. Dan selau membuat teman-temanya di sekelilingnya tertawa. Dan ia adalah
seorang yang pemaaf. Penurut. Dan rajin mengerjakan tugas sekolah.
6.
DAVINA AURELIA SALIM
Karakternya,
penyayang, pendengar yang baik, giat belajar, suka membaca. Penurut. Namun
anaknya sedikit agak kasar. Namun dapat menjadi sahabat yang baik.
7.
ELLINIA NAFI'AH ZAHRAH
Karakternya,
suka bercerita banyak hal. Sedikit berlebihan. Suka sekali bergerak. Penurut.
8.
NAFISYA AULIA
Karakternya,
penyayang. Giat belajar. Suka bertanya. Cepat akrab dengan orang-orang yang ada
di lingkungannya.
9.
NOURA ALMIRA AISYAH
Kareakternya,
pendengar yang baik. Suka bercerita. Berimajinasi. Menggambar. Suka sekali
bermain.
10. NUR
ALIYAH
Karakternya
pendengar yang baik. Penurut. Pengamat. Memiliki inisiatif yang tinggi.
Pembelajar yang baik. Suka mendengarkan. Tidak begitu suka banyak berbicara.
11. SHAFIRA
RIZKA SANJAYA
Karakternya
penghapal yang baik. Pengamat. Tidak begitu suka mendengarkan.
12. SHAQILHA
AZIS NUR'QOLBI
Karakternya,
pengamat. Pendengar yang baik. Penurut.
13. ZHAFIRA
NAJLA KAMELA
Karakternya.
Pembelajar yang baik. Memiliki jiwa pemimpin. Namun terkadang agak kasar.
Dari ke tiga
belas siswa ini. Semunya memiliki kekurangan dan kelebihan masih-masing. Misal
Aisyah Farzanah yang begitu cerdas, namun sangat malu ketika dijadikan ketua
kelas. Adapun Zhafira Najla Kamela, ia seorang anak yang kurang minat dalam hal
belajar melalui media audio atau membaca. Namun sangat hebat dalam hal lain.
Misal mempengaruhi temannya terkait berbagai hal dan tentu saja memiliki jiwa
pemimpin yang tinggi. Aulia Verda yang malas dalam menerima belajar dalam
metode ceramah. Tapi memiliki jiwa sosial yang tinggi. Nafisya Aulia, yang agak
loading terkait proses belajar, namun
giat terus berlatih. Nur Aliyah, manja. Namun tinggi sekali dalam hal insiatif.
Afifah, malas menulis, namun ia sangat mudah sekqali menghapal. Noura Almira,
Manja. Namun dapat menjadi pendengar yang baik dan royal. Elllinia, Belinda,
adalah anak yang cekatan. Shaqila agak loading dalam hal proses menerima
pembelajaran. Namun dapat menjadi pendengar baik. Davina Aurelia. Manja. Namun
Ia suka sekali membaca. Dan memiliki gudang pengetahuan. Ia dapat menyerap
hasil bacaannya dengan mudah. Shafira. Gemuk. Namun aktif sekali bergerak. Dan
tidak pernah merasa minder.Selalu semangat. Dan memberika motivasi buat
teman-teman di kelasnya.
Saya pribadi
sebagai wali kelas mereka selama enam
bulan, waktu yang singkat untuk menggali potensi mereka lebih jauh lagi.
Dan tentu saja mendapatkan ilmu lebih banyak lagi dari mereka. Namun demi
perkembangan pengetahuan mereka dan sistem sekolah yang mengatur saya harus
ikhlas menerima kondisi yang ada.
Guru tidak selamanya menjadi pemberi ilmu. Jika kita membuka
sedikit saja membuka mata dan hati dan mebuang jauh sifat angkuh, maka kita
akan banyak sekali mendapatkan pengetahuan, bahkan dari murid kita sendiri, sebagai
guru.
Juita Rasmana, Balikpapan, 03 Juni 2018. 22.19
**********
No comments:
Post a Comment