Blog Archive

Monday, June 6, 2022

AGAMA : ISLAM 50%


Juita Rasmana, Balikpapan, 30 april 2018, 21.30

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
(Al- Baqarah : 208)
Tafsir Jalalyn:
Ayat berikut diturunkan mengenai Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya tatkala mereka membesarkan hari Sabtu dan membenci unta sesudah masuk Islam. (Hai orang-orang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama Islam), ada yang membaca 'salmi' dan ada pula 'silmi' (secara keseluruhan) 'hal' dari Islam artinya ke dalam seluruh syariatnya tanpa kecuali, (dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah) atau jalan-jalan (setan), artinya godaan dan perdayaannya untuk membeda-bedakan, (sesungguhnya ia musuhmu yang nyata), artinya jelas permusuhann.
****
 Hari ini, Senin 30 april 2018. Seperi biasa, aku berangkat dari rumah pukul 06.30 kemudian tiba  sekolah SD IT Mutiara Rahmah pukul 07.10 wita. Dan seperti biasa pula, aku sudah melihat Ustadzah Sumiyati (Kepala Sekolah) sudah berdiri di samping gerbang sekolah, menyapa anak-anak yang baru datang dan membukakan pintu mobil antar anak jemput anak sekolah. Begitulah rutinitasnya tiap pagi. Dan aku penasaran, jika kamu bekerja di salah satu sekolah, apakah kepala sekolahmu juga seperti itu? (tentu saja aku memandang ini dalam hal positif, dedikasi kepala sekolah yang begitu rendah hati seperti beliau).
Setelah saling menyapa dan bersalaman dengan miss Nia, aku langsung masuk kelas, dan mengisi jurnal kegiatan. Singkat cerita, hari ini adalah hari dengan perasaan yang sama. Bahagia, menyenangkan dan kunikmati setiap waktu yang berjalan setiap kali aku masuk kelas dan tatap muka dengan siswa-siswaku yang senatiasa ceria, ada yang ketus, ada yang selalu protes setiap diberi tugas, ada yang suka menggelayut, ada yang suka curhat. Walaupun begitu, tetap saja senantiasa meninggalkan rasa rindu, setiap hari libur tiba.
Beberapa pekan  lalu, pada jam istirahat, sering kali aku mengamati terkait apa saja yang  mereka obrol,  dengan teman sebangku meraka, terkadang jika salah satu dari mereka punya cerita yang menarik, dua belas anak dari tiga belas siswa itu langsung berkerumun seperti semut ketemu butiran gula. Adapula yang memamerkan koleksi pinder. Ketika melihat pinder, otakku otomatis mengflash back memoriku tahun 2006 lalu. Waktu aku masih kelas 6 SD.
                                                            ********
Saling tukar kertas pinder  adalah hal yang menyenangkan kurasa. Waktu itu selain bertukar kertas pinder, kamipun suka saling bertukar biodata. Kalau tidak salah,mungkin karena dekat dengan hari kelulusan SD, dengan cara saling bertukar biodata, kami bisa saling menyimpan dan mengarsipkannya sebagai kenang-kenangan yang tidak bisa kami lupakan. Bahwa kita dulu pernah satu sekolah dan pernah melewati hari yang menyenangkan, menjengkelkan, menegangkan (ujian sekolah), berpetualang, menakutkan, tegang, perkelahian, dan masih banyak lagi ekspresi yang kita lalui bersama hari itu.
Dalam biodata itu, kami biasanya menuliskan kolom nama lengkap, nama panggilan, agama, hobi, makanan favorit, minuman favorit, kata mutiara, pesan, dan kesan, atau nomor telfon (jika punya dan biasanya kalaupun ada itu adalah nomor telfon rumah. Karena zamanku (tahun 2006) rata-rata kami belum punya Handphone.)
Yang menjadi fokusku dalam tulisan ini, yang menarik adalah setiap pada kolom agama, aku selalu mendapatkan keterangan “agama : Islam 70 %” ada pula yang 80%, ada juga 99,9 %, ada juga yang menulis, “agama : islam (KTP)” dan semua tulisan itu masih teringat jelas di otakku. Aku sendiri menulis kolom agama dengan keterangan “ agama: islam 50%”. Perhitunganku hari itu adalah karena aku  tidak pernah dzakat (dzakatku dibayarkan oran tua), jarang shalat, puasa bolong-bolong, dan aku belum naik haji.  Dan tidak pernah berkurban. Tapi yang membuat aku merasa beragama islam adalah karena  kedua orang tuaku beragama islam dan sudah pasti agamaku juga islam. Dan aku sudah berucap kalimat syahadat. Tidak lebih.
Kebiasaanku, setelah pulang dari sekolah, aku langsung pergi ngaji di masjid belakang rumah. Hanya beberapa  bulan berjalan, karena membosankan, kuputuskan untuk berhenti diam-diam tanpa sepengetahuan om dan tanteku. Adapun aku ikut belajar ngaji  itu karena di suruh olehb tanteku. Karena merasa tidak enak dan dipaksa-paksa, akhirnya aku memutuskan ikut. Walaupun sebenarnya tak ada minat, karena aku tahu, metode belajarnya pasti tidak menarik (metode klasik : mendengar dan mengikuti guru cara membaca dan itu disimak satu-satu oleh gurunya, tentu saja jadi sebuah antrian yang panjang utnuk menyimak semua siswa). FYI (for your information), waktu SD, aku tinggal bersama adik ibuku yang biasa kupanggil acil (dalam bahasa paser) Om (suami tanteku), nenek, kai’ (kakek), Tika dan Putri (adek sepupu). Orang tuaku memutuskan untuk menitipkan aku kepada mereka agar akses pendidikanku lebih mudah dan terjangkau lebih luas. Lain waktu aku akan bercerita terkait biografiku di laman blog lainnya. insyaAllah.
Nah, keterangan tersebut, sebenarnya aku hanya meberi tahu kepada pembaca, bahwa dulu sebenarnya pemahamnku adalah islam keturunan. Dan islam itu hanya terkait, dzakat, haji, puasa, shalat, berkurban. Dan.............................

nanti aku lanjutkan lagi, tiba-tiba mouse laptop ini sulit d gerakkan, dan mataku sudah berat. yang jelas hari ini aku ada menulis (aku terispirasi dengan salah satu seniorku waktu kuliah namanya Laode Ghaniyu. Bahwa dia berjani, untuk selalu produktif menulis setiap hari. dan aku terispirasi untuk melakukan hal yang sama)

TO BE CONTINUE.........
01 Mei 2018, 21.00
Singkat cerita, cara pandangku “agama : islam 50%” itupun berlangsung hingga bangku perkuliahan. Di semester satu dan dua, aku sempat mendapatkan mata kuliah agama islam. dua SKS saja waktu itu dalam satu pekan. Tapi bisa dihitung hanya beberapa kali saja saya mengikuti mata kuliah tersebut. Tapi karena dosennya baik ( Beliau namanya Pak Ali dan sudah almarhum dan jasanya akan selalu kuingat lewat ceritaku dalam blog ini T.T), dapatlah aku nilai B. Bukan masalah besar menurutku yang penting aku tidak mengulang di tahun depan.

Semua berlangsung selama empat tahun enam bulan. Singkat cerita, di akhir semester sembilan, aku mendapatkan jawaban dari apa tujuan hidupku sesungguhnya. Jujur saja selama 4,5 tahun berjalan, aku adalah seorang yang sangat liberal. Aku menjalani hidupku dengan bebas dan bagaimana terus berusaha membuat diriku terus merasa bahagia. Tapi hasilnya, tidak seperti yang diharapkan. Aku tidak pernah merasa cukup dengan semua yang aku dapatkan. Baik itu dari sisi sosial, ekonomi, apa lagi fitrahku sebagai manusia yang senatiasa butuh untuk selalu beribadah. 

Sebenarnya, aku tahu aku beragama islam. Dangan cara shalat itu sudah memenenuhi kewajibanku sebagai seorang muslim. Dan memenuhi fitrahku sabagai manusia yang senatiasa butuh beribadah. Tapi aku tidak pernah mendapatkan jawaban, kenapa setiap saat aku menjadi manusia yang tidak tahu kemana tujuan hidupku sebenarnya. Karena yang selama ini aku kejar adalah memenuhi kebahagiaan orang tuaku dan tanpa aku harus merasa tertekan dengan segala tuntutan yang ada. Tujuanku Cuma satu, senatiasa merasa terus bahagia.

Dan pada suatu saat aku shalat dan berdo’a. Walaupun aku seorang leberal, tapi aku percaya, bahwa Allah itu ada dan yang aku tahu bahwa Ia Maha Mendengarkan hamba-Nya. Itu yang aku ingat dari hapalan Sifat-sifat Allah waktu kelas satu SMP. Isi Do’aku begini kalau tidak salah ingat; 

“Bismillahirahmanirrahim, Ya Allah, saat ini aku benar-benar tidak tahu, apa sebenarnya aku lakukan dan untuk apa sebenarnya hidup di dunia, kenapa semua setiap permasalahan-permasalah yang saya hadapi dan tak pernah ada jalan keluar? kenapa semua yang aku inginkan tidak pernah tercapai? aku layaknya seperti layang-layang putus ketika tak ada seseorangpun yang bisa kujadikan pegangan, sekarang aku tidak tau harus bagaimana untuk tetap hidup tanpa tekanan yang begitu berat, Ya Allah berikan petunjukmu...” 

Satu pekan itu entah kenapa aku begitu sangat rajin shalat 5 waktu, tanpa ada beban atau merasa terpaksa. Sambil tetap ku gaungkan do’aku setiap setelah shalat magrib. karena waktu itulah yang menurutku paling khusuk saat berdo’a.

Dan dikemudian hari, aku sedang latihan Tari di baruga kampus bersama junior-juniorku angkatan 2013 untuk pengambilan nilai Mata kuliah Tari Tradisional (Hari itu aku belajar tari Malettu Kopi, tari khas Toraja). Karena satu semester itu aku banyak mengulang Mata kuliah, termasuk salah satunya mata kuliah ini. Tiba-tiba saja ada seorang perempuan berkerudung panjang dengan gamis warna coklat menghampiriku disela-sela waktu istirahat. Kemudian menyapa ku,

“Permisi kak, saya Ana dari LDK Fosdik.” Jelasnya.
“Oh,Iye. Ada apa ya?” tanyaku.
“Begini, besok ada kegiatan Seminar: Mahasiswa Dalam Pusaran Wirausaha. Jadi hari ini kami mau pasang perlengkapan background dan perlengkapan lain.” Jelasnya lagi.
“Oh, begitu. Bagus dong. ya udah pake aja. Eh, ngomong-ngomong ini acara untuk bagaimana cara jadi enterpreneur gitu  ya?”  tanyaku lagi antusias.
Ana hanya menjawab dengan senyuman saja.
“Kalau kakak besok mau datang, datang saja. Ini tiketnya.” Ia menawarkan
“Ia, boleh deh. InsyaAllah besok saya datang.” Jawabku.
“Oh iya, tiketnya dibawa aja kak, besok aja beru dibayar”
“Sip, terima kasih ya.” jawabku. 

Kemudian ia pun mengahampiri teman-temanya yang sudah menunggu sekitar empat meter di belakangnya. Hari itupun aku dan junior-juniorku yang lainnya kembali melanjutkan latihan tari. Sesaat kulihat dari jauh, perempuan tadi dan kawan-kawanya berdiskusi sebentar, kemudian berlalu kembali ke masjid yang tepat berada di seberang baruga tempat aku latihan tari.

                                                                 ****

Hari itu, hari Sabtu 28 Maret 2015.  aku bangun pagi sekali. mengingat waktu di tiket itu , menunjukkan waktu acara 08.30 wita. Agak siang memang. Tapi aku ingin bangun lebih pagi agar persiapanku datang ketempat acara lebih sehat,bugar, dan fit. Dan tentu saja saja hari itu aku tidak lupa untuk shalat subuh terlebih dulu.
Singkat cerita, setibanya di Baruga Colli Puji’e FSD UNM pada pukul 08.00, aku agak heran kenapa yang hadir semua berpakaian muslim ya?, padahalkan materinya terkait enterpreneur?. Hari itu aku menggunakan kemeja panjang berwarna cream  dengan celana kain panjang berwarna hitam lengkap dengan sepatu flat, berwarna cream agar terlihat match, feminim dan sesuai dengan tema yang diharapkan. Apa yang kuharapakan tidak sesuai kenyataan, aku melihat semuanya menggunakan pakaian syar’i. Dan tentu saja tidak ada yang berpakaian seperti aku. Dan semuanya yang ada di sana adalah mahasiswa perempuan.
Karena aku adalah sosok yang cuek. Tidak peduli dengan keadaan, maka aku langsung masuk ke dalam kegiatan acara. Memeberi dan membayar tiket masuk. Akupun ditanya oleh seseorang panitia acara hari itu,
“Kak, maaf. Kakak di ajak dengan siapa ya?” tanyanya.
“Ana.” Jawabku dengan senyum singkat. Karena aku terlalu malas bicara. Biasanya jika masuk dalam linkungan baru, aku lebih suka mengamati dan mempelajarinya terlebih dulu.
“Oh, Iye’ kak silahkan masuk dan mengambil tempat” Jawabnya sopan dengan senyum ramah. “Kak, maaf ya kalau bisa duduknya ditempat yang paling depan saja.” jelasnya lagi.
“Siap.” Karena aku antusias dengan materi yang di adakan acara hari itu, aku pun setuju dengan tawarannya. Setengah menit kemudian, acarapun dimulai. Akupun hanyut dalam setiap rangkaian acara tersebut.........
Singkat cerita, dari apa yang aku dapatkan dari isi kegiatan seminar tersebut adalah aku malah mendapatkan istilah-istilah baru yang malah menjadi beban pikiranku, mulai dari pertanyaan apa itu islam?  apa itu syari’at yang menyeluruh?, apa itu sistem daulah islam?.
Setelah acara selesai, pukul 12.00 aku segera buru-buru pulang. Karena hari itu aku juga membuat janji dengan temanku untuk menemaninya menjaga stand  Batu Akik, di salah satu pusat perbelanjaan Makassar. Pasar Segar. Akupun pamit dengan panitia, dan segera berlalu.
Sesampainya di stand . Aku bertemu dengan sahabatku. Hasni. Sekarang dia sudah jadi guru SMP disalah satu sekolah negeri, di Kabupaten Bantaeng. Dan juga sudah menjadi ibu dari satu tahun yang lalu, Tahun 2017. Sekarang tahun 2018. Setelah cipika cipiki. Aku merenung, dari apa yang aku  terima dari materi tadi pagi. Tetapi tidak kunjung juga mendapatkan jawaban. Hari itu aku mengahbiskan banyak waktu berkeliling melihat koleksi-koleksi para penjual batu akik. Dari sana aku tahu jenis jenis batu akik, tapi sekarang aku sudah lupa. Tapi yang paling aku suka adalah Batu Kali Mayang. Karena warna batunya putih bening dan warna-warna cahaya pelangi di dalamnya.
                                                          ********
Esoknya, hari senin. Aku mengontak Ana yang mengajakku untuk ikut seminar tersebut. Karena aku tahu, dia pasti anak yang baik, dan pantas dijadikan sahabat. Ku sms dia untuk datang hari senin di kontrakanku, untuk makan siang bersama. FYI, senin Tanggal 30 maret adalah hari ulang tahunku. Hari itu adalah hari terakhir aku merayakan ulang tahun. Dan hari itu aku masak bubur jagung. Dan niatku untuk makan bersama Ana.
Malamnya teman-teman KKN ku datang, aku mengontaknya di grub BBM (BlackBerry Massanger) tahun 2015 yang masih  hits adalah aplikasi BBM. Dan merekapun datang dan makan masakannya yang telah kubuat. Sebenarnya aku tidak begitu yakin masakanku enak atau tidak. Yang jelas mereka datang dan kumpul dan bisa reuni. Hahaha..tidak peduli masakanku.
                                                       *******
Hari seninnya aku tidak kuliah, karena tidak ada kuliah hari itu. Kuliahku hanya tiga hari dalam sepekan. Mata kuliah yang kuperbaiki adalah Management Tata Pentas, Tari Tardisional, dan Teori Musik.  Di hari lainnya aku nganggur hanya dirumah saja. Dan aku memutuskan untuk menelfon Ana, agar segera datang kerumah. Waktu itu baru pukul 11.00, dan waktunya makan siang. Ya, aku berinisiatif saja untuk mengajaknya kembali. Barangkali dia malu makanya ia tidak mengkonfirmasi balik pesanku sebelumnya.
Akupun menelfonya, katanya dia tidak bisa datang karena tidak punya kendaraan untuk datang dan sebentar lagi waktu shalat dzuhur. Kuputuskan untuk menjemputnya. Dan setiba di rumah kontarakan, aku pesilahkan duduk ia di kursi tamu. Ruangan dengan ukuran lima enam kali tiga meter. Aku tahu walaupun aku tidak pernah mengukurnya. Dan ada kursi kayu panjang berukir berwarna hijau bagian tempat duduknya. dan ada kursi untuk satu orang di sana Lengkap dengan meja tamu beberbnetuk persegi panjang. Cat ruangannnya warna kuning muda dan sudah mulai tekelupas. Dan aku pun segera mengeluarkan masakanku yang telah kupanaskan.
Hari itu, aku tidak ingin cerita terkait apa isi materi yang aku dapatkan kamaren. Aku hanya berniat untuk bagaimana caranya aku bisa akrab dan memperoleh  lebih banyak ilmu darinya. Dari cara dia bicara dan bersikap. Aku tahu dia seorang yang punya banyak ilmu dari pemahaman islam yang tentunya bisa membawaku ke jalan yang lebih baik. Aku hanya bertanya hanya sekitar kegiatan dan kesibukannya setiap hari di kampus. Dan mengorek informasi siapa sebenarnya Si Ana. Dari penjelasanku ini, kau pasti kamu pasti sudah tahu. Bahwa aku sangat mudah akrab dengan seseorang jika aku ingin. Jika tidak tidak, ya aku akan jadi sosok yang introvert.
Dari pembiacaraan, informasi yang aku dapatkan, dia adalah seorang mahasiswa dari Fakultas MIPA (Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam). Kalau tidak salah dia suku Bugis Sengkang. Dan Nama lengkapnya adalah Muflihana. Aktivitasnya masih sibuk dengan kegiatan kuliah pada umumnya mahasiswa. Dia baru semester 8, dan umurnya sama denganku 21 tahun. Setelah mendekati waktu dzuhur, akupun kembali mengantarnya ke masjid kampus. Maaf aku lupa nama masjidnya apa.  Dan aku kembali pulang, dan kembali berleha-leha di kontrakan.
                                                          ****
Esoknya, aku pergi kuliah seperti biasa. Tapi hari ini aku tidak langsung ke Faksultas Seni untuk nongkrong seperti biasa dengan teman-teman di kampus. Tapi aku lebih memilih ke Fakultas MIPA. Malam itu setelah bertemu dengan Hana (kupanggil saja dia Hana, agar jika ada yang memanggilnya dengan nama itu, dia langsung tahu bahwa itu aku, Juita) aku di kontaknya untuk bertemu d fakultas MIPA untuk berbincang-bincang terkait apapun, kegiatanku, pahamku terkait agama, bagaimana pergaulanku. Dan banyak lagi yng ku bagi dengannya. Intinya aku sudah percaya dengannya. Makanya aku berani berbagi.
Hari itu aku cukup lama bertemu. Dan besoknya aku diajak untuk bertemu kembali, untuk ikut berkumpul dan berkenalan dengan teman-teman yang lainnya. Pakaian mereka sama. Kerudung dan gamis. hanya saja beda variasi warna. Hana menjelaskan padaku.
“Teman-teman disini, punya banyak kegiatan, mulai dari jaga stand buku bacaan, buat kegiatan seminar, talkshow, dan lain-lain. Tujuannya hanya satu menyiarkan syari’ah islam kaaffah”. Jelasnya menggebu-gebu.
Aku hanya mengangguk-angguk menyimak. Dan tentu saja banyak diam (mengamati).  
Setelah itu, hari-hari berikutnya....aku banyak meluangkan waktuku bertemu dengan Hana. Dan intens. Dan aku mulai terbiasa dengan suasana di Fakultas MIPA. Teduh dan sepi. Tidak seperti Fakultas Seni. Banyak suara musik, tawaan,  dan lain-lain. Dan tentu saja pemandangan yang berbeda. Di fakultasku bebas menggunakan celana jins, kaos oblong, dengan gaya selenge'an, rambut gondrong, itu gaya cowok seni. Ceweknya tentu saja, modiest. Kalau aku lebih suka menggunakan celana panjangan lapangan dan kaos oblong dengan sepetu kets, dan tas kecil lapangan. Rambutku sering kuikat kepang di belakang, seperti tomb rider. Simple. Karena aku salah satu anggota  MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam), jadilah kau lebih nyaman dengan gayaku sperti itu.
Jujur saja selama 4, 5 tahun baru saja aku masuk d Fakultas MIPA. Sebelumnya aku hanya berkutat dilingkungan FSD (Fakultas Seni dan Desain).
Minggu berikutnya, aku diajak Hana untuk belajar islam. Dan inilah awal perjalanan perjalanan hijrahku dimulai....
TO BE CONTINUE.................................................................................



No comments:

Post a Comment

AGAMA : ISLAM 50%

Juita Rasmana, Balikpapan, 30 april 2018, 21.30 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُ...