Blog Archive

Monday, June 6, 2022

AGAMA : ISLAM 50%


Juita Rasmana, Balikpapan, 30 april 2018, 21.30

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
(Al- Baqarah : 208)
Tafsir Jalalyn:
Ayat berikut diturunkan mengenai Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya tatkala mereka membesarkan hari Sabtu dan membenci unta sesudah masuk Islam. (Hai orang-orang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama Islam), ada yang membaca 'salmi' dan ada pula 'silmi' (secara keseluruhan) 'hal' dari Islam artinya ke dalam seluruh syariatnya tanpa kecuali, (dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah) atau jalan-jalan (setan), artinya godaan dan perdayaannya untuk membeda-bedakan, (sesungguhnya ia musuhmu yang nyata), artinya jelas permusuhann.
****
 Hari ini, Senin 30 april 2018. Seperi biasa, aku berangkat dari rumah pukul 06.30 kemudian tiba  sekolah SD IT Mutiara Rahmah pukul 07.10 wita. Dan seperti biasa pula, aku sudah melihat Ustadzah Sumiyati (Kepala Sekolah) sudah berdiri di samping gerbang sekolah, menyapa anak-anak yang baru datang dan membukakan pintu mobil antar anak jemput anak sekolah. Begitulah rutinitasnya tiap pagi. Dan aku penasaran, jika kamu bekerja di salah satu sekolah, apakah kepala sekolahmu juga seperti itu? (tentu saja aku memandang ini dalam hal positif, dedikasi kepala sekolah yang begitu rendah hati seperti beliau).
Setelah saling menyapa dan bersalaman dengan miss Nia, aku langsung masuk kelas, dan mengisi jurnal kegiatan. Singkat cerita, hari ini adalah hari dengan perasaan yang sama. Bahagia, menyenangkan dan kunikmati setiap waktu yang berjalan setiap kali aku masuk kelas dan tatap muka dengan siswa-siswaku yang senatiasa ceria, ada yang ketus, ada yang selalu protes setiap diberi tugas, ada yang suka menggelayut, ada yang suka curhat. Walaupun begitu, tetap saja senantiasa meninggalkan rasa rindu, setiap hari libur tiba.
Beberapa pekan  lalu, pada jam istirahat, sering kali aku mengamati terkait apa saja yang  mereka obrol,  dengan teman sebangku meraka, terkadang jika salah satu dari mereka punya cerita yang menarik, dua belas anak dari tiga belas siswa itu langsung berkerumun seperti semut ketemu butiran gula. Adapula yang memamerkan koleksi pinder. Ketika melihat pinder, otakku otomatis mengflash back memoriku tahun 2006 lalu. Waktu aku masih kelas 6 SD.
                                                            ********
Saling tukar kertas pinder  adalah hal yang menyenangkan kurasa. Waktu itu selain bertukar kertas pinder, kamipun suka saling bertukar biodata. Kalau tidak salah,mungkin karena dekat dengan hari kelulusan SD, dengan cara saling bertukar biodata, kami bisa saling menyimpan dan mengarsipkannya sebagai kenang-kenangan yang tidak bisa kami lupakan. Bahwa kita dulu pernah satu sekolah dan pernah melewati hari yang menyenangkan, menjengkelkan, menegangkan (ujian sekolah), berpetualang, menakutkan, tegang, perkelahian, dan masih banyak lagi ekspresi yang kita lalui bersama hari itu.
Dalam biodata itu, kami biasanya menuliskan kolom nama lengkap, nama panggilan, agama, hobi, makanan favorit, minuman favorit, kata mutiara, pesan, dan kesan, atau nomor telfon (jika punya dan biasanya kalaupun ada itu adalah nomor telfon rumah. Karena zamanku (tahun 2006) rata-rata kami belum punya Handphone.)
Yang menjadi fokusku dalam tulisan ini, yang menarik adalah setiap pada kolom agama, aku selalu mendapatkan keterangan “agama : Islam 70 %” ada pula yang 80%, ada juga 99,9 %, ada juga yang menulis, “agama : islam (KTP)” dan semua tulisan itu masih teringat jelas di otakku. Aku sendiri menulis kolom agama dengan keterangan “ agama: islam 50%”. Perhitunganku hari itu adalah karena aku  tidak pernah dzakat (dzakatku dibayarkan oran tua), jarang shalat, puasa bolong-bolong, dan aku belum naik haji.  Dan tidak pernah berkurban. Tapi yang membuat aku merasa beragama islam adalah karena  kedua orang tuaku beragama islam dan sudah pasti agamaku juga islam. Dan aku sudah berucap kalimat syahadat. Tidak lebih.
Kebiasaanku, setelah pulang dari sekolah, aku langsung pergi ngaji di masjid belakang rumah. Hanya beberapa  bulan berjalan, karena membosankan, kuputuskan untuk berhenti diam-diam tanpa sepengetahuan om dan tanteku. Adapun aku ikut belajar ngaji  itu karena di suruh olehb tanteku. Karena merasa tidak enak dan dipaksa-paksa, akhirnya aku memutuskan ikut. Walaupun sebenarnya tak ada minat, karena aku tahu, metode belajarnya pasti tidak menarik (metode klasik : mendengar dan mengikuti guru cara membaca dan itu disimak satu-satu oleh gurunya, tentu saja jadi sebuah antrian yang panjang utnuk menyimak semua siswa). FYI (for your information), waktu SD, aku tinggal bersama adik ibuku yang biasa kupanggil acil (dalam bahasa paser) Om (suami tanteku), nenek, kai’ (kakek), Tika dan Putri (adek sepupu). Orang tuaku memutuskan untuk menitipkan aku kepada mereka agar akses pendidikanku lebih mudah dan terjangkau lebih luas. Lain waktu aku akan bercerita terkait biografiku di laman blog lainnya. insyaAllah.
Nah, keterangan tersebut, sebenarnya aku hanya meberi tahu kepada pembaca, bahwa dulu sebenarnya pemahamnku adalah islam keturunan. Dan islam itu hanya terkait, dzakat, haji, puasa, shalat, berkurban. Dan.............................

nanti aku lanjutkan lagi, tiba-tiba mouse laptop ini sulit d gerakkan, dan mataku sudah berat. yang jelas hari ini aku ada menulis (aku terispirasi dengan salah satu seniorku waktu kuliah namanya Laode Ghaniyu. Bahwa dia berjani, untuk selalu produktif menulis setiap hari. dan aku terispirasi untuk melakukan hal yang sama)

TO BE CONTINUE.........
01 Mei 2018, 21.00
Singkat cerita, cara pandangku “agama : islam 50%” itupun berlangsung hingga bangku perkuliahan. Di semester satu dan dua, aku sempat mendapatkan mata kuliah agama islam. dua SKS saja waktu itu dalam satu pekan. Tapi bisa dihitung hanya beberapa kali saja saya mengikuti mata kuliah tersebut. Tapi karena dosennya baik ( Beliau namanya Pak Ali dan sudah almarhum dan jasanya akan selalu kuingat lewat ceritaku dalam blog ini T.T), dapatlah aku nilai B. Bukan masalah besar menurutku yang penting aku tidak mengulang di tahun depan.

Semua berlangsung selama empat tahun enam bulan. Singkat cerita, di akhir semester sembilan, aku mendapatkan jawaban dari apa tujuan hidupku sesungguhnya. Jujur saja selama 4,5 tahun berjalan, aku adalah seorang yang sangat liberal. Aku menjalani hidupku dengan bebas dan bagaimana terus berusaha membuat diriku terus merasa bahagia. Tapi hasilnya, tidak seperti yang diharapkan. Aku tidak pernah merasa cukup dengan semua yang aku dapatkan. Baik itu dari sisi sosial, ekonomi, apa lagi fitrahku sebagai manusia yang senatiasa butuh untuk selalu beribadah. 

Sebenarnya, aku tahu aku beragama islam. Dangan cara shalat itu sudah memenenuhi kewajibanku sebagai seorang muslim. Dan memenuhi fitrahku sabagai manusia yang senatiasa butuh beribadah. Tapi aku tidak pernah mendapatkan jawaban, kenapa setiap saat aku menjadi manusia yang tidak tahu kemana tujuan hidupku sebenarnya. Karena yang selama ini aku kejar adalah memenuhi kebahagiaan orang tuaku dan tanpa aku harus merasa tertekan dengan segala tuntutan yang ada. Tujuanku Cuma satu, senatiasa merasa terus bahagia.

Dan pada suatu saat aku shalat dan berdo’a. Walaupun aku seorang leberal, tapi aku percaya, bahwa Allah itu ada dan yang aku tahu bahwa Ia Maha Mendengarkan hamba-Nya. Itu yang aku ingat dari hapalan Sifat-sifat Allah waktu kelas satu SMP. Isi Do’aku begini kalau tidak salah ingat; 

“Bismillahirahmanirrahim, Ya Allah, saat ini aku benar-benar tidak tahu, apa sebenarnya aku lakukan dan untuk apa sebenarnya hidup di dunia, kenapa semua setiap permasalahan-permasalah yang saya hadapi dan tak pernah ada jalan keluar? kenapa semua yang aku inginkan tidak pernah tercapai? aku layaknya seperti layang-layang putus ketika tak ada seseorangpun yang bisa kujadikan pegangan, sekarang aku tidak tau harus bagaimana untuk tetap hidup tanpa tekanan yang begitu berat, Ya Allah berikan petunjukmu...” 

Satu pekan itu entah kenapa aku begitu sangat rajin shalat 5 waktu, tanpa ada beban atau merasa terpaksa. Sambil tetap ku gaungkan do’aku setiap setelah shalat magrib. karena waktu itulah yang menurutku paling khusuk saat berdo’a.

Dan dikemudian hari, aku sedang latihan Tari di baruga kampus bersama junior-juniorku angkatan 2013 untuk pengambilan nilai Mata kuliah Tari Tradisional (Hari itu aku belajar tari Malettu Kopi, tari khas Toraja). Karena satu semester itu aku banyak mengulang Mata kuliah, termasuk salah satunya mata kuliah ini. Tiba-tiba saja ada seorang perempuan berkerudung panjang dengan gamis warna coklat menghampiriku disela-sela waktu istirahat. Kemudian menyapa ku,

“Permisi kak, saya Ana dari LDK Fosdik.” Jelasnya.
“Oh,Iye. Ada apa ya?” tanyaku.
“Begini, besok ada kegiatan Seminar: Mahasiswa Dalam Pusaran Wirausaha. Jadi hari ini kami mau pasang perlengkapan background dan perlengkapan lain.” Jelasnya lagi.
“Oh, begitu. Bagus dong. ya udah pake aja. Eh, ngomong-ngomong ini acara untuk bagaimana cara jadi enterpreneur gitu  ya?”  tanyaku lagi antusias.
Ana hanya menjawab dengan senyuman saja.
“Kalau kakak besok mau datang, datang saja. Ini tiketnya.” Ia menawarkan
“Ia, boleh deh. InsyaAllah besok saya datang.” Jawabku.
“Oh iya, tiketnya dibawa aja kak, besok aja beru dibayar”
“Sip, terima kasih ya.” jawabku. 

Kemudian ia pun mengahampiri teman-temanya yang sudah menunggu sekitar empat meter di belakangnya. Hari itupun aku dan junior-juniorku yang lainnya kembali melanjutkan latihan tari. Sesaat kulihat dari jauh, perempuan tadi dan kawan-kawanya berdiskusi sebentar, kemudian berlalu kembali ke masjid yang tepat berada di seberang baruga tempat aku latihan tari.

                                                                 ****

Hari itu, hari Sabtu 28 Maret 2015.  aku bangun pagi sekali. mengingat waktu di tiket itu , menunjukkan waktu acara 08.30 wita. Agak siang memang. Tapi aku ingin bangun lebih pagi agar persiapanku datang ketempat acara lebih sehat,bugar, dan fit. Dan tentu saja saja hari itu aku tidak lupa untuk shalat subuh terlebih dulu.
Singkat cerita, setibanya di Baruga Colli Puji’e FSD UNM pada pukul 08.00, aku agak heran kenapa yang hadir semua berpakaian muslim ya?, padahalkan materinya terkait enterpreneur?. Hari itu aku menggunakan kemeja panjang berwarna cream  dengan celana kain panjang berwarna hitam lengkap dengan sepatu flat, berwarna cream agar terlihat match, feminim dan sesuai dengan tema yang diharapkan. Apa yang kuharapakan tidak sesuai kenyataan, aku melihat semuanya menggunakan pakaian syar’i. Dan tentu saja tidak ada yang berpakaian seperti aku. Dan semuanya yang ada di sana adalah mahasiswa perempuan.
Karena aku adalah sosok yang cuek. Tidak peduli dengan keadaan, maka aku langsung masuk ke dalam kegiatan acara. Memeberi dan membayar tiket masuk. Akupun ditanya oleh seseorang panitia acara hari itu,
“Kak, maaf. Kakak di ajak dengan siapa ya?” tanyanya.
“Ana.” Jawabku dengan senyum singkat. Karena aku terlalu malas bicara. Biasanya jika masuk dalam linkungan baru, aku lebih suka mengamati dan mempelajarinya terlebih dulu.
“Oh, Iye’ kak silahkan masuk dan mengambil tempat” Jawabnya sopan dengan senyum ramah. “Kak, maaf ya kalau bisa duduknya ditempat yang paling depan saja.” jelasnya lagi.
“Siap.” Karena aku antusias dengan materi yang di adakan acara hari itu, aku pun setuju dengan tawarannya. Setengah menit kemudian, acarapun dimulai. Akupun hanyut dalam setiap rangkaian acara tersebut.........
Singkat cerita, dari apa yang aku dapatkan dari isi kegiatan seminar tersebut adalah aku malah mendapatkan istilah-istilah baru yang malah menjadi beban pikiranku, mulai dari pertanyaan apa itu islam?  apa itu syari’at yang menyeluruh?, apa itu sistem daulah islam?.
Setelah acara selesai, pukul 12.00 aku segera buru-buru pulang. Karena hari itu aku juga membuat janji dengan temanku untuk menemaninya menjaga stand  Batu Akik, di salah satu pusat perbelanjaan Makassar. Pasar Segar. Akupun pamit dengan panitia, dan segera berlalu.
Sesampainya di stand . Aku bertemu dengan sahabatku. Hasni. Sekarang dia sudah jadi guru SMP disalah satu sekolah negeri, di Kabupaten Bantaeng. Dan juga sudah menjadi ibu dari satu tahun yang lalu, Tahun 2017. Sekarang tahun 2018. Setelah cipika cipiki. Aku merenung, dari apa yang aku  terima dari materi tadi pagi. Tetapi tidak kunjung juga mendapatkan jawaban. Hari itu aku mengahbiskan banyak waktu berkeliling melihat koleksi-koleksi para penjual batu akik. Dari sana aku tahu jenis jenis batu akik, tapi sekarang aku sudah lupa. Tapi yang paling aku suka adalah Batu Kali Mayang. Karena warna batunya putih bening dan warna-warna cahaya pelangi di dalamnya.
                                                          ********
Esoknya, hari senin. Aku mengontak Ana yang mengajakku untuk ikut seminar tersebut. Karena aku tahu, dia pasti anak yang baik, dan pantas dijadikan sahabat. Ku sms dia untuk datang hari senin di kontrakanku, untuk makan siang bersama. FYI, senin Tanggal 30 maret adalah hari ulang tahunku. Hari itu adalah hari terakhir aku merayakan ulang tahun. Dan hari itu aku masak bubur jagung. Dan niatku untuk makan bersama Ana.
Malamnya teman-teman KKN ku datang, aku mengontaknya di grub BBM (BlackBerry Massanger) tahun 2015 yang masih  hits adalah aplikasi BBM. Dan merekapun datang dan makan masakannya yang telah kubuat. Sebenarnya aku tidak begitu yakin masakanku enak atau tidak. Yang jelas mereka datang dan kumpul dan bisa reuni. Hahaha..tidak peduli masakanku.
                                                       *******
Hari seninnya aku tidak kuliah, karena tidak ada kuliah hari itu. Kuliahku hanya tiga hari dalam sepekan. Mata kuliah yang kuperbaiki adalah Management Tata Pentas, Tari Tardisional, dan Teori Musik.  Di hari lainnya aku nganggur hanya dirumah saja. Dan aku memutuskan untuk menelfon Ana, agar segera datang kerumah. Waktu itu baru pukul 11.00, dan waktunya makan siang. Ya, aku berinisiatif saja untuk mengajaknya kembali. Barangkali dia malu makanya ia tidak mengkonfirmasi balik pesanku sebelumnya.
Akupun menelfonya, katanya dia tidak bisa datang karena tidak punya kendaraan untuk datang dan sebentar lagi waktu shalat dzuhur. Kuputuskan untuk menjemputnya. Dan setiba di rumah kontarakan, aku pesilahkan duduk ia di kursi tamu. Ruangan dengan ukuran lima enam kali tiga meter. Aku tahu walaupun aku tidak pernah mengukurnya. Dan ada kursi kayu panjang berukir berwarna hijau bagian tempat duduknya. dan ada kursi untuk satu orang di sana Lengkap dengan meja tamu beberbnetuk persegi panjang. Cat ruangannnya warna kuning muda dan sudah mulai tekelupas. Dan aku pun segera mengeluarkan masakanku yang telah kupanaskan.
Hari itu, aku tidak ingin cerita terkait apa isi materi yang aku dapatkan kamaren. Aku hanya berniat untuk bagaimana caranya aku bisa akrab dan memperoleh  lebih banyak ilmu darinya. Dari cara dia bicara dan bersikap. Aku tahu dia seorang yang punya banyak ilmu dari pemahaman islam yang tentunya bisa membawaku ke jalan yang lebih baik. Aku hanya bertanya hanya sekitar kegiatan dan kesibukannya setiap hari di kampus. Dan mengorek informasi siapa sebenarnya Si Ana. Dari penjelasanku ini, kau pasti kamu pasti sudah tahu. Bahwa aku sangat mudah akrab dengan seseorang jika aku ingin. Jika tidak tidak, ya aku akan jadi sosok yang introvert.
Dari pembiacaraan, informasi yang aku dapatkan, dia adalah seorang mahasiswa dari Fakultas MIPA (Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam). Kalau tidak salah dia suku Bugis Sengkang. Dan Nama lengkapnya adalah Muflihana. Aktivitasnya masih sibuk dengan kegiatan kuliah pada umumnya mahasiswa. Dia baru semester 8, dan umurnya sama denganku 21 tahun. Setelah mendekati waktu dzuhur, akupun kembali mengantarnya ke masjid kampus. Maaf aku lupa nama masjidnya apa.  Dan aku kembali pulang, dan kembali berleha-leha di kontrakan.
                                                          ****
Esoknya, aku pergi kuliah seperti biasa. Tapi hari ini aku tidak langsung ke Faksultas Seni untuk nongkrong seperti biasa dengan teman-teman di kampus. Tapi aku lebih memilih ke Fakultas MIPA. Malam itu setelah bertemu dengan Hana (kupanggil saja dia Hana, agar jika ada yang memanggilnya dengan nama itu, dia langsung tahu bahwa itu aku, Juita) aku di kontaknya untuk bertemu d fakultas MIPA untuk berbincang-bincang terkait apapun, kegiatanku, pahamku terkait agama, bagaimana pergaulanku. Dan banyak lagi yng ku bagi dengannya. Intinya aku sudah percaya dengannya. Makanya aku berani berbagi.
Hari itu aku cukup lama bertemu. Dan besoknya aku diajak untuk bertemu kembali, untuk ikut berkumpul dan berkenalan dengan teman-teman yang lainnya. Pakaian mereka sama. Kerudung dan gamis. hanya saja beda variasi warna. Hana menjelaskan padaku.
“Teman-teman disini, punya banyak kegiatan, mulai dari jaga stand buku bacaan, buat kegiatan seminar, talkshow, dan lain-lain. Tujuannya hanya satu menyiarkan syari’ah islam kaaffah”. Jelasnya menggebu-gebu.
Aku hanya mengangguk-angguk menyimak. Dan tentu saja banyak diam (mengamati).  
Setelah itu, hari-hari berikutnya....aku banyak meluangkan waktuku bertemu dengan Hana. Dan intens. Dan aku mulai terbiasa dengan suasana di Fakultas MIPA. Teduh dan sepi. Tidak seperti Fakultas Seni. Banyak suara musik, tawaan,  dan lain-lain. Dan tentu saja pemandangan yang berbeda. Di fakultasku bebas menggunakan celana jins, kaos oblong, dengan gaya selenge'an, rambut gondrong, itu gaya cowok seni. Ceweknya tentu saja, modiest. Kalau aku lebih suka menggunakan celana panjangan lapangan dan kaos oblong dengan sepetu kets, dan tas kecil lapangan. Rambutku sering kuikat kepang di belakang, seperti tomb rider. Simple. Karena aku salah satu anggota  MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam), jadilah kau lebih nyaman dengan gayaku sperti itu.
Jujur saja selama 4, 5 tahun baru saja aku masuk d Fakultas MIPA. Sebelumnya aku hanya berkutat dilingkungan FSD (Fakultas Seni dan Desain).
Minggu berikutnya, aku diajak Hana untuk belajar islam. Dan inilah awal perjalanan perjalanan hijrahku dimulai....
TO BE CONTINUE.................................................................................



Monday, June 4, 2018

SISWAKU, GURUKU.



فَسْئَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَتَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”( QS. An Nahl :43)
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti (hak) orang yang berilmu (agar diutamakan pandangannya).” (Riwayat Ahmad)

Tidak terasa waktu telah berjalan selama enam bulan. Sabtu tanggal 09 Juni 2018 adalah hari pembagian raport. Yang artinya lepas sudah tanggung jawab saya dalam membimbing tiga belas anak kelas 4C (Kelas Abu Wafa). Dan selama itu pula saya beradabtasi pola belajar di sekolah Mutiara Rahmah. Mengukur kemampuan saya dalam mentransfer ilmu kepada peserta didik. Memanajemen emosi. Manajemen kelas agar tetap menyenangkan setiap jam pelajaran. Dan tentu saja mempelajari karakter peserta didik saya satu-satu.
Dalam hal ini, selama kegiatan belajar berlangsung, saya jarang sekali mendominasi peserta didik dalam di dalam kelas. Kebanyakan saya lebih mengamati dan  memberikan sedikit teori. Khususnya terkait tentang ilmu keislaman. Semisal membaca Qur’an secara tartil, bacaan- bacaan dzikir. Jujur saja saya lebih bnyak belajar dari mereka lewat pembiasaan.
Suatu saat ketika saya baru masuk dalam kelas 4C (Abu Wafa). Kelas dengan ukuran lima kali dua meter, kurang lebih. Serta tempelan-tempelan gambar berwarna-warni tentang aturan kelas, kata-kata motivasi, vocabulary, rumus-rumus matematika dan banyak lagi. Akhirnya beberapa gambar saya lepas. Katanya akan menambah konsentrasi siswa di depan kelas jika gambar-gambar di samping kanan-kiri siswa dihilangkan (dalam buku Mengajar seperti di Finladia). Dengan kursi berjumlah tiga belas. Dan meja kayu dengan jumlah enam potong dengan ukuran memanjang. Serta satu meja kayu pendek khusus untuk satu orang. Yang disusun berbaris ke belakang. Sederhana. Dan saya pribadi cukup penasaran, kenapa sekolah ini begitu jadi buah bibir para orang tua atau para kelompok dakwah untuk ingi menyekolahkan anaknya di sini atau hanya sekedar sebagai tenaga pengajar. Dan saya sendiri tujuannya adalah untuk belajar banyak hal terkait islam dan ingin menanamkan investasi akhirat walaupun ilmu yang saya dapatkan sangat sedikit.
Hari pertama saya mengajar. Januari 2018. Saya duduk di depan kelas yang masih kosong. Tentu saja sudah saya bersihkan di hari sebelumnya. Sebelum siswa masuk di hari  aktiv belajar. Dan hari itu saya sudah siap untuk menghadapi wajah-wajah baru. Menurut saya mudah. Karena hanya menghadapi anak kecil dan memberikan beberapa materi yang menarik, and done.
Pembiasaan pertama yang saya lakukan adalah:
1.    Menyambut dan memberi salam
2.    Shalat dhuha berjama’ah
3.    Membaca doa Dhuha kemudian di lanjutkan dzikir dan do’a belajar
4.    Muroja’ah surah-surah pendek
5.    Memberikan Semangat dan motivasi belajar.
Jujur saja dari beberapa pembelajaran tersebut, masih banyak yang belum saya ketahui ilmunya. Misalnya pada saat muroja’ah. Mereka sudah menghapal surah Abasa, An Nazi’at, An Naba’. Sedang saya baru saja menyelesaikan surah Al Qadar. Tentu saja itu jadi PR besar buat saya untuk banyak belajar. Dan beberapa bacaan-bacaan dzikir yang belum saya hapal secara utuh.
Ini salah satu pengalaman menarik ketika saya sedang memberikan pesan-pesan dan motivasi kepada siswa saya.
“Anak-anak, ustadazah ingin berpesan. Ustadzah orangnya pelupa. Dan mohon jangan marah kalau ustadzah akan sealu menanyakan nama kalian pada pekan-pekan pertama ustadzah mengajar ini. Mohon kerja samanya ya.” Pesanku pada mereka.
“baik ustadzah.” Jawab mereka bersamaan.
Jam pertamapun dimulai. Hari itu kami belajar Bahasa Indonesia. Temanya tentang Lingkungan. Dan masuk pada pembahasan terkait pengumuman. Setelah memberikan sedikit penjelasan letak penulisan surat pengumuman, sayapun memberi tugas untuk memperhatikan letak tulisan yang ada di buku. Sementara saya membuat contoh surat di papan tulis. Dengan mengosong kalimat di beberapa bagian surat. Agar menjadi menjadi soal latihan.
Sementara itu, semua siswa masih dalam keadaan tenang. Semua sibuk memperhatikan dan ikut menulis seperti apa yag saya tulis di white board. Kemdian ada salah satu siswa yang masih sibuk menggambar. Hari itu saya belum terlalu hapal namanya. Hari pertama mengajar, saya tidak ingin banyak menegur. Dan masih memberikan kompromi. Mungkin karena ia tidak begitu metode belajar ceramah. Maka ia sibuk dengan dunianya sendiri. Pikir saya.
Setelah pekerjaan semua siswa selesai, saya meminta mereka untuk maju, dan melengkapi beberapa bagian kalimat yang kosong di papan tulis. Dan anak tersebut masih sibuk dengan gambarnya. Dan saya masih belum menegur. Hingga bebera saat saya tidak sabar. Dan akhirnya saya menanyakan. ” Maaf, kamu namanya siapa nak?” tanyaku. “Dida Ustadzah” jawabnya spontan. “sudah selesai tugasnya?” tanyaku lagi. “belum ustadzah.” Jawabnya pelan. “oke. Kalau begitu kerjakan di rumah ya”. Jelas saya. Diapun diam. Ada rasa jengkel. Sedikit. Tapi saya harus cari metode belajar agar anak ini bisa fokus belajar.
Singkat cerita, Jam pulangpun tiba. Setelah membaca do’a naik kendaraan dan kafaratul majelis, semua siswa salaman dan pamit untuk pulang. Tiba-tiba Dida, si anak yang kerjanya dari tadi hanya menggambar pada jam mengajar saya memberikan sesuatu. “Maaf, ustadzah. Ini buat ustadah” jelasnya. “Waaa..iya ya. Jazakillah Dida.” Kemudian ia salaman dan pamit pulang.   
Sebuah kertas dilipat rapi yang kemudian saya buka. Cukup terhenyak ketika membuka isi apa. Disana ada gambar struktur kelas. Detil dengan gambar kursi dan meja. Serta gambar kepala-kepala siswa dan ditulisi nama-nama siswa yang ditulis di bawah gambar kursi. Tetlihat di ambil dari angel atas. Ada kursi satu yang kosong di pojok sebelah kanan Namanya Dida. Setelah saya perhatiakn baik-baik, ternyata Dida tergambar di depan kelas bersama saya berdiri disana.
“MasyaAllah, ternyata anak ini menggambar agar saya lebih mudah mengenal serta mengingat nama-nama siswa yang ada di dalam kelas tersebut.” Saya membatin. Dan saya menyesal telah menilai dengan pikiran yang negatif dan sempat merasa jengkel.   
                                                          ******
Adapun beberapa percakapan yang sempat saya ingat terkait kedisiplinan dan ketelitian pada saat saya bekerja. Biasa lewat celetuk-celetukan mereka itu saya banyak melakukan perubahan. Tentu saja kearah yang lebih baik.
“Ustadzah, kalau memberi nilai itu hati-hati. Jangan bnyak bekas tipe x nya. Kan jorok diliat. Guru itu harus teliti” Celetuk Aisyah Farzanah.
                                                          *********
“Ustadzah, koq panjang pendek  dan mahroj  bacaannya gag di perbaiki waktu teman-teman muro’jaah?” tanya Aisyah Farzanah.
“waaa..iya yah. Astagfirullah. Nanti ustadzah lebih teliti lagi”  Jawabku. Padahal hari itu saya memang lagi proses belajar. V.V
                                                          *********
Suatu saat, ketika saya mengerjakan latihan soal-soal ulangan Pendidikan Agama Islam.
“Baik soal nomor selanjutnya. Surah As-Saff, termasuk surah...” kata saya membacakan soal.
“Makiyaaaaah” Jawab siswa di dalam kelas. Kecuali satu orang. Diam
“Madaniyah, Ustadzah” Seketika pula Aisyah menjawab.
“eeem begitu ya” Sayapun mengecek lembar jawaban  yang telah diberikan dari ustadz yang harusnya mengajar materi PAI. Dan di sana tertulis, Makiyah.
“Baik kalau begitu, coba dicek masing-masing Al Qur’annya!” Perintah saya pada siswa. Kemudian, mereka langsung sibuk membuka surah yang sudah saya intruksikan.
“Madaniyah, Ustadzah” Kata Nur Aliyah setelah melihat lembar Al Qur’an yang ia pegang.
“Tuu kan Ustadzah. Kalau saya bilang itu, ya itu. Ini ya Ini. Karena insyaAllah jawabannya pasti benar“ Jelas Aisyah Farzanah, puas dengan jawaban yang telah ia berikan.
“Hebat. Aisyah Farzanah. Terima kasih ya sudah mengingatkan.” Jawabku bangga. Teman-teman yang lainpun sontak langsung tepuk tangan.      

                                                          ***** 
Nah pada paragraf ini. Saya akan menceritakan karakter-karakter anak dalam kelas kecil yang saya pegang beberapa bulan ini.
1.    AFIFAH SALSABILAH NURKHALISAH
Karakternya, suka menceritakan berbagai hal yang telah ia capai dalam sehari. Ceria.  Agak malas ketika diberi intruksi dalam proses belajar. Namun suka sekali menghapal pelajaran.



2.    AISYAH FARZANAH
Karakternya, teliti. Pengingat yang baik. Tegas. Cerdas. Suka membaca. Idealis. Suka memberi masukan arahan pada teman-temannya bahkan pada guru sekalipun. Jangan sekali-kali menunjukkan pelanggaran didepan anak ini. Nanti kalian akan dicap sebagai pelanggar aturan. Dan akan mengurangi kepercayaannya jika anda adalah partner kerjanya. Jika kalian tidak menjelaskan secara rasional alasan kenapa kalian melanggar aturan tersebut. Namun sayang ia tidak suka ditunjuk sebagai pemimpin.

3.    AULIA VERDA
Karakternya. Suka berimajinasi. Suka berbagi cerita terkait pengalaman atau hal-yang ia anggap menarik. Suka sekali menggambar. Memiliki rasa peduli yang tinggi. Namun agak malas jika diberi intruksi pada saat proses belajar. Suka lupa. Dan kurang teliti.

4.    BALQEES UMMI AMEERA
Karakternya. Penyayang. Giat Belajar. Pintar. Suka membaca. Dan tidak suka jika seseorang masuk dalam ranah privasi tanpa seizinnya. Hal itu akan menyebabkan kurangnya kepercayaan terhadap partner  belajar.

5.    BELINDA SYAHPUTRI SYAM
Karakternya, riang. sangat sekali bercerita tentang hasil imajinasnya. Berkespresi. Menarik. Lucu. Dan selau membuat teman-temanya di sekelilingnya tertawa. Dan ia adalah seorang yang pemaaf. Penurut. Dan rajin mengerjakan tugas sekolah.

6.    DAVINA AURELIA SALIM
Karakternya, penyayang, pendengar yang baik, giat belajar, suka membaca. Penurut. Namun anaknya sedikit agak kasar. Namun dapat menjadi sahabat yang baik.

7.    ELLINIA NAFI'AH ZAHRAH
Karakternya, suka bercerita banyak hal. Sedikit berlebihan. Suka sekali bergerak. Penurut.

8.    NAFISYA AULIA
Karakternya, penyayang. Giat belajar. Suka bertanya. Cepat akrab dengan orang-orang yang ada di lingkungannya. 


9.    NOURA ALMIRA AISYAH
Kareakternya, pendengar yang baik. Suka bercerita. Berimajinasi. Menggambar. Suka sekali bermain.

10. NUR ALIYAH
Karakternya pendengar yang baik. Penurut. Pengamat. Memiliki inisiatif yang tinggi. Pembelajar yang baik. Suka mendengarkan. Tidak begitu suka banyak berbicara.

11. SHAFIRA RIZKA SANJAYA
Karakternya penghapal yang baik. Pengamat. Tidak begitu suka mendengarkan.

12. SHAQILHA AZIS NUR'QOLBI
Karakternya, pengamat. Pendengar yang baik. Penurut.

13. ZHAFIRA NAJLA KAMELA
Karakternya. Pembelajar yang baik. Memiliki jiwa pemimpin. Namun terkadang agak kasar.

Dari ke tiga belas siswa ini. Semunya memiliki kekurangan dan kelebihan masih-masing. Misal Aisyah Farzanah yang begitu cerdas, namun sangat malu ketika dijadikan ketua kelas. Adapun Zhafira Najla Kamela, ia seorang anak yang kurang minat dalam hal belajar melalui media audio atau membaca. Namun sangat hebat dalam hal lain. Misal mempengaruhi temannya terkait berbagai hal dan tentu saja memiliki jiwa pemimpin yang tinggi. Aulia Verda yang malas dalam menerima belajar dalam metode ceramah. Tapi memiliki jiwa sosial yang tinggi. Nafisya Aulia, yang agak loading terkait proses belajar, namun giat terus berlatih. Nur Aliyah, manja. Namun tinggi sekali dalam hal insiatif. Afifah, malas menulis, namun ia sangat mudah sekqali menghapal. Noura Almira, Manja. Namun dapat menjadi pendengar yang baik dan royal. Elllinia, Belinda, adalah anak yang cekatan. Shaqila agak loading dalam hal proses menerima pembelajaran. Namun dapat menjadi pendengar baik. Davina Aurelia. Manja. Namun Ia suka sekali membaca. Dan memiliki gudang pengetahuan. Ia dapat menyerap hasil bacaannya dengan mudah. Shafira. Gemuk. Namun aktif sekali bergerak. Dan tidak pernah merasa minder.Selalu semangat. Dan memberika motivasi buat teman-teman di kelasnya.

Saya pribadi sebagai wali kelas mereka selama enam  bulan, waktu yang singkat untuk menggali potensi mereka lebih jauh lagi. Dan tentu saja mendapatkan ilmu lebih banyak lagi dari mereka. Namun demi perkembangan pengetahuan mereka dan sistem sekolah yang mengatur saya harus ikhlas menerima kondisi yang ada.

Guru tidak selamanya menjadi pemberi ilmu. Jika kita membuka sedikit saja membuka mata dan hati dan mebuang jauh sifat angkuh, maka kita akan banyak sekali mendapatkan pengetahuan, bahkan dari murid kita sendiri, sebagai guru. 

Juita Rasmana, Balikpapan, 03 Juni 2018. 22.19
                                                                                                                                                                    **********

Saturday, April 28, 2018

Si Pena Melankolia

"Ikhlas"

Kehilangan itu sebab rasa terlalu memiliki. Jika ingin belajar ikhlas, hilangkan saja rasa memiliki tersebut. Ganti dengan pikiran bahwa segala sesuatunya adalah pinjaman, dan sudah, setelah itu segalanya akan terasa ringan. 

Shopia. Balikpapan 23 april 2018, 22.21

"Cita-cita"

Saya kuliah lima tahun dalam pendidika Seni Drama Tari dan Musik. Dan selesai.  Setelah itu akhirnya saya memutuskan untuk jadi 'ibu rumah tangga dan guru ngaji' ^-^

Shopia. Balikpapan, 21 april 2018, 23. 11

"Rusuk yang hilang"

Apa kau sudah kedokter?
coba kau tanyakan, apakah tulang rangkamu lengkap?
soalnya aku mau bilang,
"ini aku datang, untuk melengkapi tulang rusukmu yang hilang"

(di perjalanan setelah dari  kantor KUA ) ^_^ 

Shopia, Balikpapan 19 april 2018, 23. 02

"Cita-cita"

Jika tulisan dimulai dari judul
dan berakhir di titik
maka kamu adalah awal dari cita-citaku
yang kemudian berakhir di akad

(ee.......aaaaa) ^0^"

Shopia, Balikpapan 15 april 2018, 22. 45


"Aku Suka Buku"

 Dibanding coklat, mawar, atau mobil sport
aku lebih suka buku
eh,....
Aku lebih suka mobil truck
untuk memuat buku-buku. 

Shopia, Balikpapan 12 April 2018, 00. 04

"SUGESTI"

Pagi adalah kamu
Siang adalah kamu
Senja adalah kamu
malam adalah kamu
Dan kamu adalah mimpi.

Shopia, Balipapan 12 April 2018, 00. 15



 

Mendidik Anak "Zaman Now" dengan Hypnoteraphy???


 o وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ o
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
(QS. Luqman: 13)

Tafsir Jalalyn:
Dan) ingatlah (ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia menasihatinya, "Hai anakku) lafal bunayya adalah bentuk tashghir yang dimaksud adalah memanggil anak dengan nama kesayangannya (janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan) Allah itu (adalah benar-benar kelaliman yang besar.") Maka anaknya itu bertobat kepada Allah dan masuk Islam.
(https://tafsirq.com/31-luqman/ayat-13)
********

Sesuai agenda hari ini. Pelaksanaan kegiatan parenting Mendidik Anak Zaman now Cinta Qur’an yang di suguhkan oleh Sekolah Mutiara Rahmah, berjalan dengan baik. Acara dilaksanakn di Masjid At-Taqwa, kota Balikpapan. Pada hari ini, sabtu 28 april 2018. Acara dimulai tepat pukul 08.30 wita hingga pukul 12.00 wita.

Untuk seluruh panitia pelaksana khusunya akhwat. Menggunakan dresscode jilbab hitam dan kerudung biru. Seperti intruksi, sayapun menggunakan pakaian tersebut. Sesampainya di lokasi, yang saya lihat semua panitia rata-rata menggunakan kerudung warna biru dongker dan hanya saya yang menggunakan kerudung babyblue. Bukan masalah besar, yang jadi masalah adalah ketika tidak menggunakan jilbab dan kerudung. ^_^”

Adapun pemateri pada agenda parenting kali ini kali ini adalah Bunda  Kurnia Widhiatuti, S. Psi. Beliau berasal dari Jakarta. Dan beliau biasa mengisi forum terkait pendidikan anak dan psikologi dan hypnoteraphy.

Namun sayang, dikarenakan penulis mendapat bagian panitia di bagian buku tamu, maka  saya tidak dapat mendengar pengantar yang disampaikan oleh moderator (Ustadz Afif Zakaria). Sebenarnya penulis sudah menyimpan alat rekam bagian depan, bagian meja operator suara, sebelum acara di mulai. Hanya saja karena ketika memori rekaman penuh, otomatis rekaman tersebut tidak tersimpan. Kemudain saya kembali ke teras masjid untuk tetap stay di meja buku tamu.

Karena saya begitu antusias dengan berbau hal baru, sayapun meminta izin pada teman saya yang sama-sama dibagian buku tamu (biasa di panggil miss Nia) untuk masuk ke dalam masjid dan ikut mendengarkan materi yang disampaikan Ustadzah Kurnia Widhiatuti M, Psi. Dan untungnya langsung ada yang menggantikan tugas saya. Beliau biasa dipanggil miss  Icha’. Dan merekapun mengizinkan.

Tanpa basa basi, saya langsung mengambil tempat bagian kiri depan audience. Dengan maksud materinya lebih jelas terdengar dan pematerinya jelas terlihat. Sambil wanti-wanti, saya ingin mengambil alat rekam saya yang sudah saya simpan di meja operator. Jangan sampai over capacity memorie. Namun waktu saya ambil, ternyata sudah terhapus otomatis. T.T
Materi yang di samapaikan oleh Bunda Kurnia ada 8 (delapan), yaitu:
1. Memahami karakter generasi Z dan Alpha
2. Menyelesaikan problem psikologis anak “zaman now”
3. Mengatasi anak kecanduan game / media sosial.
4. Mengarahkan anak cinta pada Al Qur’an
5. Membuat anak semangat/betah baca Qur’an
6. Mengamankan masa depan anak
7. Mewujudkan keluarga cinta Qur’an
8. Memilih sekolah/pondok yang tepat untuk anak.

Begitu yang tertulis pada gambar banner  yang telah disebarkan langsung oleh ustadz Fattah melalui akun grup Whatapps Mutiara Rahma. Sayapun kembali fokus dengan pemateri sampaikan. Yang sempat saya cerna dari kedelapan materi tersebut adalah pada point kedua yaitu; menyelesaikan problem psikologi pada anak “zaman now”.

 Gambar Banner.

Beliaupun menjelaskan Bagaimana menanamkan karakter pada jiwa anak.
Dalam tubuh manusia sebenarnya terdapat 3 (tiga) gelombang kesadaran manusia. Adapun itu;
Bunda Kurnia Widhiatuti S. Psi, ketika sedang memberikan materi


  1. gelombang Delta atau alam bawah sadar. Yaitu, dimana pesan yang disampaikan secara berulang-ulang atau biasa juga disebut sugesti.


Adapun pengaplikasiannya pada  pendidikan pada anak adalah selalu mengucapkan kalimat perintah yang selalu diucapkan berulang-ulang. Contohnya : “ Nak, sholat!”, jika si anak belum bergerak untuk ke arah yang diperintahkan, maka orang tua memberi tahu si anak “kalau anak bunda belum bergerak untuk shalat, nanti ibu akan terus mengucapkan “nak, shalat”, sampai anak bunda bosan dengar perintah bunda”. Maka si anakpun akan merespon, ketika mendengar kata bosan. Dan kemudian bergerak ia sebenarnya bergerak dengan keadaan benar-benar terpaksa.

Cara lainnya adalah berkomunikasi dengan anak (khusus usia balita) langsung menatap matanya ketika berkomunikasi sambil menggerakkan bagian tangan menjelaskan maksud dari isi pembicaraan. Misalnya ketika si anak ingin masuk dalam WC. Biarkan si anak masuk sendiri kedalam kemudian tutup pintunya. Jika si anak menagis, bukalah pintu kemudia ucapkan “bunda disini sayang”, kemudian tutup kembali, jika masih menangis ucapkan lagi “bunda disini sayang”, lakukan hal yang sama hingga si anak merasa tetap dalam pengawasan si bunda. Hanya saja proses penyampaian pesan ini berprose lambat. Dan tentu saja dengan rasa sabar yang ekstra.

Namun ada cara lain metode penyampaian pesan yang cara yang cepat. Yaitu dengan menggunakan metode Alpha-Teta.

 2. Gelombang Alpha – Teta adalah gelombang alam bawah sadar. Alam bawah sadar disimpan oleh Allah di dalam jiwa,  letaknya di jantung. Kekuatan gelombang inilah yang dinamakan Alpha dan Teta. Alpha adalah gelombang ketenangan. Teta gelombang tidur nyenyak. Dua gelombang ini yang akan kita pakai untuk menyimpan pesan dengan cepat.



Cara menggunakan gelombang alpha yang ada pada diri kita Yaitu terjadi pada saat satu jam sebelum tidur.  Jika jam tidur biasa jam 9 maka jam 8 adalah gelombang alphanya. saat gelombang alpha kondisi terbaik kita memasukkan kisah karakter manusia hebat. Di antaranya berkisah melalui buku. Bisa menceritakan kisah-kisah menarik (kisah-kisah para pejuang muslim, ilmuan muslim, ulama muslim, atau kisah-kisah para sahabat nabi dan kisah-kisah para nabi terdahulu) yang dibacakan  satu jam sebelum si anak tidur (masuk ke alam mimpi). Dan mereka akan terkesan dan mereka akan ingin menjadi karakter hebat yang telah dibacakan.

Contoh lainnya. Jika si anak sudah beranjak remaja, yang biasanya mereka tidur pada jam 10-11. Pada jam 10, ajak mereka untuk berkomunikasi sambil memijat bunda sambil dikisahkan cerita-cerita yang menarik. Pada saat bunda bercerita, si anak akan mengucapkan “terus bunda?”, itu artinya dia tertarik dengan apa yang kita kisahkan. Setelah 10 menit, tutup. Tidak usah bercerita lagi. Kalau anak tiba-tiba tertidur, jangan dibangunkan. Karena anak sudah masuk ke tahap gelombang Teta.
Gelombang  Teta (tidur nyenyak) yang ciri-cirinya;
-       tangan mulai terlepas dari genggamannya, jika ia memegang benda, bendanya jatuh.
-       nafasnya mulai lebih tenang
-       terdengar suara dengkuran halus
Pada gelombang ini, saatnya melakukan afirmasi pada anak. Lalu kita akan menyimpan pesan yang sehari-hari membuat kita kesal dibuatnya, “ini anak malas shalat, bangun shalatnya selalu susah” maka kita bisikan pesan ketelingannya. Caranya, hubungan manusia punya gelombang. Gelombang manusia itu punya nama. Nama gelombang manusia adalah nasabnya. BIN ATAU BINTI. Pemateri biasanya membisikkan ketelinga anaknya “Ya, Allah, izinkan saya Kurnia Widhiatuti Binti Warnawi (connecting) (gelombang Kurniwati Widhiatuti binti Warnawi aktif ) ingin bicara dengan anakku Ahmad Farmansyah Syahir bin Mahmudin Suddin (aktif). Begitu saya menyebut nama anak saya, dua gelombang bertemu. Saya bisikkan ke telinganya.
Wahai tubuh anakku, aku mau tepat pukul 04.30 saat suara adzan berkumandang, aktif semua sistem organmu.”
“Wahai mata terbukalah. Wahai telingadengarlah suara adzan berkumandang. Wahai jantung berdegublah lebih cepat.”
“Lalu sadarkan semua organ tubuhmu.”
“Wahai kantung kemih keluarkan isimu. tepat pukul 04.30 saat adzan berkumandang bangun semuanya.”
“Apa yang terjadi, tepat pukul 04.30, anak kita kebelet pipis. Langsung lari ke kamar mandi, maka akan mudah kita akan membilang “shalat sayang, langsung shalat ya, tanggung tinggal wudhu aja”. “Pakai capek nggak?”  tanya Bunda Kurnia pada audience. “nggaaak” jawab audience. 
 Audience, orang tua siswa Mutiara Rahmah sementara hanyut dalam mendengarkan materi.


“kenapa tidak capek, karena tadi malam sudah diafirmasi” jelasnya lagi.
Metode ini juga saya gunakan untuk keponakan saya yang kecanduan Handphone  dari umur 4 tahun. Setiap malam  kita bisikan.
mulai besok, main games, bosen. Main games, bosen, main games, bosen.” Jelas pemateri.
“ Tiba-tiba keponakan saya baru beli tab bilang ke saya.”
 “Ummi, bayarin tab aku dong”
Loh, kan baru sebulan. Kakakkan suka main games. Dan tab kakak semua isinya games.”
“Aku bosen main games, aku pergi main ke TK aja” kata Bunda Kurnia bermonolog.
Sekarang ia menguasai semuanya. Semua handphone dalam kendalinya. Namun, ketika adzan berkumandang ia langsung berdiri dan langsung pergi shalat.  
“Nah cepatkan. Bagaimana bunda,  sudah mengerti maksud saya?” tanyanya lagi
Audience serentak mengiyakan. Tanda paham.
Jadi gelombang Alpha-Teta adalah gelombang yang cepat dalam menyampikan pesan. Namun ada yang lebih cepat lagi.
Selanjutnya kita akan masuk pada gelombang yang ketiga. Nah yang ini supercepat. Yaitu gelombang alam tak sadar.

3. alam tak  sadar.  Gelombang di letakkan  Allah di dimensi ruhiyah. Ini ruhani sudah masuk di dimensi cahaya. Gelombang cahaya. Kalau yang namanya cahaya akan lebih cepat sampai. Kecepatan cahaya lebih cepat dari gelombang suara. Maka gelombang ruhiyah ini berada di gelombang delta.  Apa itu delta? gelombang yang disebut gelombang deepsleep (tidur dalam) super duper tenang. tenang sekali. Yang begitu bangkit, segar.


Gelombang deepsleep, bisa kita dapatkan dalam kondisi sadar. yang itu gelombang dimana seseorang memiliki kondisi rohani pada puncaknya. kedekatan dengan Allah sanagt dekat. Pemahamannya tentang takdir dan nasib sangat tinggi. Ketika seseorang berada dipuncak ruhiyah tersabar, maka ia akan punya ruhani yang terhubung dengan makhluk cahaya. dan makhluk cahaya itu  bernama malaikat Allah. Diantaranya malaikat Munzhalin, jika bertemu mereka bentuknya seperti manusia. Tugasnya mempercepat urusan kita.
Caranya adalah dengan senantiasa shalat Tahajjud di malam hari dan tentu saja berdo’a secara khsusuk. Langsung meminta kepada Allah. Pemilik segala Hati, yang maha membolak balikkan hati.

                                              ********

Namun sayang karena ada sesuatu hal, saya harus langsung izin keluar dari kegiatan. Sehingga penulis tidak mengikuti kegiatan secara menyeluruh. Walaupun begitu saya masih tetap bersyukur, masih sempat dapat satu materi. Dan jujur saja ini adalah ilmu  yang ingin saya pelajari dari dulu. metode hipnoterapi.

                                                ********

Sebeleumnya saya ingin menjelaskan teori terkait tingkatan generasi dari zaman ke zaman. Yang nanti akan penghubung alasan. Apa pentingnya mengikuti agenda parenting dalam judul “mendidik anak zaman now”. Adapun  juga yang di disampaikan oleh Bunda Kurnia, alhmadulillah sudah saya dapatkan di pelatihan Kurikulum 2013. Hingga kali ini penulis hanya mereview kembali apa yg sudah di pelajari sebelumnya.

Pada masa-kemasa terjadi pengelompokkan generasi seiring berjalannya waktu dan keterkaitan majunya arus globalisasi.  karena pengaruh tersebut, maka generasi di kelompokkan menjadi 5 bagian, yaitu;

1. Baby Boomers (Lahir Pada Rentang Tahun > 1960)

Generasi ini terlahir pada masa-masa dimana berbagai perang telah         berakhir sehingga perlu penataan ulang kehidupan dan banyak keluarga yang memiliki banyak anak. Di samping itu, perekonomian dan        pertumbuhan penduduk sedang mulai meningkat. Adat istiadat masih       dipegang teguh dan bahasa slank belum berkembang. Orang-orang pada           masa itu masih cenderung “kolot” dan sangat matang dalam pengambilan           keputusan. Generasi Baby Boomers cenderung tidak suka menerima        kritik. Uang dan pengakuan dari lingkungan adalah target mereka. Gengsi         menjadi urutan pertama dalam kehidupan sosial.
Pandangan akan pekerjaan dan kehidupan pribadi para Baby Boomers tidak seimbang, dimana generasi ini menganggap bahwa hidup untuk bekerja. Namun demikian, loyalitas dan dedikasi dalam bekerja menjadi poin positif bagi Baby Boomers.
Bagi Anda yang terlahir sebagai Generasi Baby Boomers, tentunya Anda sedang menikmati masa-masa-masa pensiun, bukan?

2 Generasi X (Tahun Kelahiran 1961-1980)

Generasi ini cenderung suka akan risiko dan pengambilan keputusan yang matang akibat dari pola asuh dari generasi sebelumnya, Baby Boomers. Generasi ini terlahir pada masa-masa adanya gejolak dan transisi serta menyaksikan berbagai konflik global seperti Perang Dingin, Perang Vietnam, jatuhnya Tembok Berlin. Generasi ini cenderung lebih toleran, menerima berbagai perbedaan yang ada. Selain itu, dari segi teknologi informasi, generasi ini mulai mengenal yang namanya komputer sehingga generasi ini mulai berpikir secara inovatif untuk mempermudah kehidupan manusia.
Generasi X sangat terbuka dengan kritik dan saran agar lebih efisien dalam bekerja. Pandangan mereka adalah bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja sehingga kehidupan antara pekerjaan, pribadi, dan keluarga cenderung seimbang.

3 Generasi Y – Generasi Millennial (Tahun Kelahiran 1981-2000)

Di era ini, selain komputer sudah menjamur, ditambah lagi dengan berkembangnya videogames, gadget, smartphones dan setiap kemudahan akan fasilitas berbasis computerized yang ditawarkan serta kecanggihan internet, membuat Generasi Y menjadi suatu generasi yang mudah mendapatkan informasi secara cepat. Pola pikir dan karakter generasi ini dapat dikatakan generasi penuh ide-ide visioner & inovatif untuk melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan dan penguasaan IPTEK.
Bagi Anda yang saat ini menginjak usia 20-30 tahun, tentunya Anda adalah Generasi Y dan kini sedang dalam masa akhir perkuliahan dan memasuki dunia kerja. Manfaatkan usia Anda untuk segera memiliki perencanaan keuangan yang mapan sebagai persiapan menuju usia 30an.
Generasi Y cenderung bertanya dan meminta kritik serta saran untuk kemajuannya. Mereka menganggap bahwa rewards terbaik adalah perasaan ketika pekerjaannya dinilai berarti bagi hal-hal tertentu.
Keseimbangan gaya hidup dan pekerjaan menjadi hal yang paling penting bagi mereka Generasi Y. Karenanya, mereka cenderung mencari pekerjaan yang dapat menunjang gaya hidup. Jika tidak, mereka cenderung berhenti dari pekerjaan tersebut. (https://www.finansialku.com/5-generasi-baby-boomers/)

4 Generasi Z (Tahun Kelahiran 2001-2010)

Generasi ini adalah peralihan dari Generasi Y dimana teknologi sedang berkembang. Pola pikir mereka cenderung serba ingin instan. Namun masih belum banyak yang dapat disimpulkan karena usia mereka saat ini masih menginjak remaja. Kehidupan mereka cenderung bergantung pada teknologi, mementingkan popularitas dari media sosial yang digunakan. https://www.finansialku.com/5-generasi-baby-boomers/)

5 Generasi Alpha (Tahun Kelahiran 2010-Sekarang)

Generasi ini adalah lanjutan dari generasi Z dimana mereka sudah terlahir dengan teknologi yang semakin berkembang pesat. Di usia mereka yang sangat dini, mereka sudah mengenal dan sudah berpengalaman dengan gadget, smartphone dan kecanggihan teknologi yang ada. Selain itu, kebanyakan mereka terlahir dari keluarga dengan masa Generasi Y yang juga terlahir pada masa-masa awal perkembangan teknologi. Pola pikir mereka yang terbuka dengan perkembangan serta transformatif dan juga inovatif akan mempengaruhi perkembangan anak-anak generasi Alpha. https://www.finansialku.com/5-generasi-baby-boomers/)

                                                            ******
Dalam hal ini, generasi Alpha lah menjadi point utama pada parenting hari ini. Dimana generasi tersebutlah yang menjadi bulan-bulanan gempuran teknologi informasi yang tak terbatas jangkauannya. Dan akhir-akhir ini, para pengembnag teknologi terus mengembangkan teknologi lebih cepat dan pesat. Kaca mata virtual  misalnya. Yang bisa menghubungkan komunikasi dari wilayah lain menjadi tepat berada di depan mata kita. dan sensasi yag kita rasakan akan sama seperti kita menyentuh benda-benda di alam nyata.
Jika generasi Alpha menguasai teknologi tersebut tanpa dibawah pengawasan orang tua, tentu saja hal ini menjadi dampak negatif  bagi  generasi tersebut. Yang ada mereka yang di kuasai teknologi.
Adapun fakta lain adalah sebagai berikut;

'Anak Ajaib' dari China, Usia 12 Tahun Jadi Hacker Andal





Liputan6.com, Beijing - Usianya baru 12 tahun, namun otak Wang Zheng sungguh canggih. 'Anak ajaib' tersebut akhirnya dinobatkan sebagai 'hacker termuda' di China. Bocah berkaca mata itu bahkan mulai memberikan presentasi dalam seminar bertopik serius: keamanan di internet.

Di Tiongkok nan luas dengan jumlah penduduk 1,37 miliar, pasti ada peretas yang lebih muda. Namun, Wang ramai diberitakan media setelah tampil di China Internet Security Conference.

Seperti dimuat News.com.au, Kamis (9/10/2014), Wang ingin menggunakan kepandaiannya itu demi kebaikan.

Dalam presentasinya, siswa SMP itu menjawab tuduhan di media bahwa ia meretas sistem komputer sekolahnya untuk menghindari kewajiban mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Ia juga dituduh mengubah harga sebuah barang di online shop, dari 2.500 yuan atau Rp 4.960.213 menjadi hanya 1 yuan atau Rp 1.984.
"Aku berniat membantu memperbaiki website itu," kata Wang seperti dimuat Want China Times. "Aku anak baik."

Wang menjelaskan, ia membobol sistem komputer sekolah untuk memperbaikinya. Ia juga mengontak peusahaan perangkat lunak tentang kelemahan sistem tersebut. Si bocah pandai itu juga membantu menyingkirkan sekitar 100 bug yang mengganggu sistem.

Wang juga mengatakan, meski membobol sistem pejualan online, ia sama sekali tak memanfaatkannya untuk kepentingannya sendiri. Tak beli barang yang nilainya ia jatuhkan. Ia justru menginformasikan soal kelemahan itu ke pemiliknya.
"Anda harus menyerang sebuah website untuk mengetahui kelemahannya," kata dia. "Menurutku mereka yang meretas demi keuntungan pribadi sama sekali tak bermoral."

Bagi si bocah, ia tertantang mempelajari risiko keamanan sebuah situs atau website. Hatinya girang saat berhasil menemukannya. "Tapi aku tak akan menggunakannya untuk melakukan sesuatu yang ilegal."

Bocah China itu juga punya maksud mengapa ia kemudian bicara dalam konferensi dan seminar. Untuk menunjukkan, bahkan anak-anak muda seperti dia dapat membantu membuat internet menjadi tempat yang lebih aman. (Tnt)
(https://www.liputan6.com/global/read/2116601/anak-ajaib-dari-china-usia-12-tahun-jadi-hacker-andal)

Beruntung anak tersebut adalah anak yang berkarakter baik, jika tidak, bisa pembaca bayangkan sendiri....
                                                          *******
Dan karena itulah, sebagai ummat muslim yang senatiasa berharap pada anak-anak kita pada hari ini dalam pesatnya gempuran arus teknologi informasi, sekolah Yayasan Mutiara Rahmah  sangat peduli  betapa pentingnya pembinaan terhadap anak agar terus dekat dengan Al Qur’an dan tentu  saja acara parenting ini mengulas bagaimana cara praktis mendidik anak, agar senatiasa  tertanamkan akidah islam, berkarakter Qur’ani, budi pekerti yang luhur yang tentunya tak pernah lepas dari ajaran islam Kaaffah.
Semoga dari tulisan ini, pembaca dapat mengambil hikmah dan pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari. Alangkah lebih baiknya lagi jika ada orang tua yang berhasil mengaplikasikan ilmu tersebut kemudian di sebarkan ilmu tersebut ke ummat muslim lainnya.
teruntuk Ustadz Fattah, selaku kepala yayasan. Saya pribadi berterima kasih. Sudah mendatangkan beliau (Bunda Kurnia), sehingga hari ini sudah saya dapatkan ilmu yang saya cari-cari selama ini (metode hypnoteraphy).

Dan kepada Pemateri Bunda Kurnia Widhiatuti S. Psi., Semoga ilmu akan terus mengalir dan menjadi amal jariyah di akhirat kelak.

Dan kepada semua team kepanitiaan yang bertugas. Semoga kita semua tidak lelah untuk terus berpasitipasi mengambil bagian mensukseskan setiap acara. 

Allahuakbar....!

Akhiru kalam.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi Wabarokatuh.

Juita Rasmana. Balikpapan 28 april 2018. 01.15






AGAMA : ISLAM 50%

Juita Rasmana, Balikpapan, 30 april 2018, 21.30 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُ...