Balikpapan, 25 April 2018, 13:57 Wita
"Ustadzaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah" Teriak siswaku geram.
Bagaiamana tidak, dalam waktu satu jam mereka semua mengantri, antusias untuk dibuatkan alamat email. itu suatu yang baru buat mereka. yang mereka tahu, memiliki alamat email adalah sesuatu yang keren. tapi karena suatu hal...pekerjaan yang dilakukan selama 2 jam, menjadi sia-sia. ^0^
hari ini saya masuk 2 jam terakhir pada pelajaran Tekhnologi Informasi. dan saya berinisiatif untuk menugaskan anak-anak untuk membuat alamat email. karena tidak ada media pembelajaran (projektor) , sebenarnya ada, hanya saja digunakan oleh kelas lain. terpaksa saya berinisiatif untuk membuatkannya satu persatu. Alhamdulillah, kelasku adalah kelas kecil. ada 13 siswa. tapi mereka sangat kritis, dari baju yang saya gunakan sampai terkait masa depan . ^_^".
dan saatnya mereka maju satu persatu untuk mengkonfirmasi nama lengkap dan tanggal lahir, tentu saja untuk kelengkapan administrasi akun.
"baik, sudah selesai" kataku yakin. "berikutnya..oh..iya..nama alamat email dan passwornya jangan sampai lupa ya...bahkan sampai kalian meninggal". kataku lagi mengingatkan anak-anak, untuk meyakinkan betapa pentingnya akun email ini bagi mereka (generasi alpha). setelah 12 siswa telahselesai, tinggal satu orang yang belum. seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya. mengisi kolom nama awal, nama akhir, alamat email, password, nomor telpon, mengisi tanggal/bulan/tahun lahir, dan mengisi kode verifikasi, kemudian klik next. dan selesai.
karena iseng, ada tulisan yang harus digeser ke bawah, sayapun menggeser kebawah. ternyata itu adalah kolom persetujuan akun. sesaat pikitran saya kosong. dan kemabali bangun dalam sedetik kemudian. ternyata 12 akun sebelumnya belum sya klik, setuju.
"anak-anak, harap tenang sebentar. pemberitahuan,bahwa.....mohon maaf sebelunya. akun kalian belum ada yang jadi, kecuali punya Shaqila...T_T.
Ustadzaaaaaaaaaaaaa.....". teriak mereka.
"iyaaa..karena semua akun tadibelum saya klik setuju." ucapkan dengan rasa kecewa. tubuhku rasanya seperti menciut.
Yaaa...begitulah kisah hari ini....punggung saya sakit, dan saya mau pulang...
Wassalam