Juita Rasmana. Balikpapan, 27 april 2018. 22:22 wita

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (QS. Al Alaq : 04)
Tafsir Jalalyn : Yang mengajar) manusia menulis
(dengan qalam) orang pertama yang menulis dengan memakai qalam atau pena ialah
Nabi Idris a.s.
عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ
يَعْلَمْ
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al Alaq: 05)
Tafsir Jalalyn: (Dia mengajarkan kepada manusia) atau
jenis manusia (apa yang tidak diketahuinya) yaitu sebelum Dia mengajarkan
kepadanya hidayah, menulis dan berkreasi serta hal-hal lainnya.
*******
Sebagai sekolah yang memiliki VISI ; Terwujudnya
pendidikan dasar yang unggul dalam iman, taqwa, amal, ilmu, dan teknologi.
SD IT Mutiara Rahmah juga memiliki 9 MISI, yaitu;
1. Menerapkan pendidikan pembiasaan
2. Kurikulum berbasis kompetensi
3. Pendidikan keterampilan
4. Lulusan Karakter sholih dan siap
tempur (medan pendidikan dan dakwah islam)
5. senantiasa upgrade guru
6. Penerapan SIM (Sistem Informasi
Manajemen)
7. Mandiri pendanaan
8. Membangun sekolah berwawasan linkungan.
9. Sinergi antar sekolah.
Tentu saja pada VISI point Ilmu dan MISI nomor 5
(senantiasa mengupgrade guru) dalam
bidang pengetahuan umun dan islam, yang melatar belakangi Ustadz Abbdul Fattah,
S. Pd, MM. (kepala Yayasan Mutiara Rahmah
yang biasa di kenal Ustadz Fattah), agar seluruh tenaga pengajar dan staff
menjadi hamba Allah yang senatiasa produktif dalam bidang jurnalistik dan yang
lainnya.
Namun kali ini saya lebih tartarik membahas istilah
baru yang dilontarkan Ustadz Fattah. “Yah, asdikamba mass”. Katanya pada rapat
koordinasi tadi siang (Jumat, 27 april 2018, 14. 45 wita). Menurut pembaca
bahasa ini memang agak lucu. Tapi saya
tidak lagi setelah berkali-kali bertemu dengan beliau. Ia senatiasa memberikan
istilah-istilah baru yang kedengarannya lucu namun ternyata isinya ilmu yang
menurut saya luar biasa.
Misalnya “ baca Al Qur’annya di LUPAKAN saja” kata beliau.
kemudian beliau menjelaskan. “L adalah Lihat, U adalah Ulang-ulang, P
adalah pejamkan mata, A adalah pahAmi, K adalah kaitkan, N adalah
nyetor/nikmati. Ini adalah metode menghapal AL Qur’an agar hapalannya
senantiasa lengket di ingatan”.
Kembali ke pembahasan tentang istilah baru (yah,
asdikamba mass).
“Ini sebenarnya adalah kepanjangan dari UNSUR-UNSUR JURNALISTIK yang harapannya insyaAllah akan menjadi ciri khas, ketika masyarkat membaca tulisan dari para guru di Mutiara Rahmah”. Kata beliau.
Ustadz Abdul Fattah, S. Pd, MM. ketika
memberikan materi metode penulisan jurnalistik.
Jadi saya tangkap dari penjelasan beliau adalah;
1. Yah
adalah Al Ayah/ayat Al Qur’an. Setiap menulis Jurnal penulisan, biasakan untuk senantiasa menuliskan ayat-ayat
Al-Qur’an atau hadist. Pada saat melampirkan
surah, harus dicek terlebih dahulu kebenaran tulisan tersebut di Al Qur’an. Jika melampirkan hadist, tampilkan
dari dua sumber misalnya dari sumber
www.al manhaj.com dan www.muslim.com.
2. A adalah
apa. Maksudnya adlah materi apa yang kita tulis. Baik itu terkait tema, judul dan unsur-unsur informasi apa yang akan kita
muat.
3. S adalah
siapa. Siapa yang memberikan informasi dan siapa saja yang terlibat dalam
penulisan tersebut.
4. D adalah
di mana. Maksudnya di mana informmasi tersebut didapatkan atau lokasi kejadian atau kegiatan.
5. K adalah
Kapan. Maksudnya adalah keterangan waktu kegiatan.
6. M adalah
mengapa. Maksudnya, apa alasan kegiatan tersebut dilaksanakan.
7. Ba
adalah bagaimana. Maksudnya, bagaimana kronologi/ tahapan peristiwa/kejadian/pelaksanaan
kegiatan tersebut terlaksana.
8. Mass
adalah masalah dan solusi. Maksudnya masalah apa yang melatar belakangi tulisan tersebut dibuat dan apa
solusi dari masalah tersebut.
Nah, menarik bukan. Adapun agar tulisan terlihat lebuh
sistematis caranya adalah membuat tabel dari istilah tersebut tadi (yah, asdikambah
mass). Kemudian memasukkan semua unsur-unsur tulisan tersebut. setelah jadi,
baru kemudian diurai dan dikembangkan dalam paragraf-paragraf. Penjelasan ini
diberikan setelah Ustadzah Sumiyati, S. Pd memberikan pertanyaan kepada beliau.
bertanya mengenai sistematika penulisan
.
Karena saya
sangat antusias dengan terkait Jurnalistik, sayapun tak segan untuk bertanya.
“Bentuk penulisan Jurnal itu apa saja Ustadz?”
Tanya penulis.
“Wah, saya
sebenarnya bukan ahli dalam jurnalistik. Hanya saja saya adalah praktisi.”
Ungkap beliau sambil tertawa.
“Tapi
Ustadzkan bisa memberikan materi.” kata penulis antusias.
“Baik, yang saya ketahui, bentuk
penulisan dalam jurnalistik itu ada
tiga. Yaitu, berita, artikel, dan iklan. Namun saya juga belum begitu
mengerti dengan penulisan jurnalisti hari ini, karena baru kemarin, saya
membaca koran tapi pada headline tertulis seperti artikel. Entah, mungkin
karena adanya pergeseran gaya penulisan atau hal lainya.” Jelas beliau. Kamipun dalam forum yang sekitar
dua puluh orang mengangguk mengerti.
“Di salah satu SD di Balikpapanpun
sudah ada yang membiasakan menulis. sejak kelas 1, 2 SD. Jadi setiap hari
mereka menulis dalam sebuah buku. Mereka disuruh menulis apa saja terkait kegiatan
mereka pada hari itu. Kemudian setelah mereka naik kelas, tulisan mereka selama
satu tahun dikumpulkan manjadi satu. Yang kemudian menjadi buku tulisan setebal
ini”. jelas beliau menunjukkan dengan ukuran ketebalan kira-kira 15 cm dengan jempol dan telunjuk.
“Dan kemudian tulisan mereka
diarsipkan dalam perpustakaan sekolah sebagai kenang-kenangan. Dan saya ingin
sekolah kita juga seperti itu. Yang inshaAllah
akan kita terapkan pada tahun ajaran
baru.” jelasnya lagi.
“Nah jadi begitu ya. Baik, jika tidak
ada pertanyaan lagi, mari kita tutup pertemuan hari ini dengan membaca istighfar tiga kali dan membaca do’a kafaratul majelis.” Kata beliau semmbari
menutup rapat koordinasi.
Jadi sebenarnya dalam forum tadi
siang bukan hanya pemberian materi terkait jurnalistik saja, tapi sebelumnya
kami membahas terkait rapat kesiapan Parenting
akbar akan dilaksanakan besok pagi
(sabtu, 28 april 2017, pukul 07.30 – 12.00 wita). Yang insyaAllah saya ulas pada halaman blog berikutnya.
Semoga tulisan ini bermanfaat serta dapat diaplikasikan pula bagi pembaca
bagi yang memiliki minat dalam dunia tulisan/jurnalist.
Wassalam. ^_^
Sumber : Ayat Al Qur'an dan tafsir (https://quran.com/55)

No comments:
Post a Comment